Soal Listrik AC Kantor KONI yang Dimatikan Pengelola GBK

Mercy Raya - Sport
Jumat, 04 Des 2020 12:23 WIB
Kawasan Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, ramai dikunjungi warga di hari Minggu. Kebanyakan warga datang ke GBK untuk berolahraga. Berikut potretnya.
Ilustrasi kawasan GBK. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Tindakan pihak pengelola GBK, PPK GBK, mematikan aliran listrik air conditioner (AC) di kantor KONI sedang jadi pembahasan. Ada apa?

Menurut Direktur Utama PPK GBK, Winarto, hal itu lantaran KONI tidak membayar listrik sejak Agustus 2019. Padahal, imbuhnya, pihak pengelola GBK sudah memberi toleransi waktu untuk melunasi tunggakan tersebut.

"Masa sudah gratis tempatnya, listriknya juga kami yang bayarkan. Sejak Agustus itu mereka sudah berjanji berkali-kali (akan bayar), masih kami toleransi, dan sudah setahun lebih lo sampai November kemarin," kata Winarto kepada detikSport, Jumat (4/12/2020).

Di sisi lain, ucapnya, PPK GBK juga butuh pemasukan untuk biaya perawatan kawasan. Sebab, selama pandemi Corona mereka juga minim pemasukan. "Kami tidak ada income dari Februari kemarin. Gratis semua itu masuk, lalu harus bayar vendor dan lain-lain."

"Ya, kami sudah ingatkan berkali-kali, ada surat menyurat. Makanya mematikannya pun sopan (aliran listrik) air conditioner dulu. Tapi mereka masih bisa masuk, masih bisa naik lift, masih ada penerangan, masih ada listrik, ya kepanasan sedikit dulu lah. Tunggakannya nyaris Rp 500 juta lah," tutur Winarto.

Sementara itu Sekretaris Jenderal KONI Pusat, Ade Lukman, menyatakan bahwa pihaknya belum membayar listrik karena kesulitan dana. Dalam rilisnya, ia menyatakan pihaknya harus membayar sekitar Rp 40-50 juta tiap bulan hanya untuk listrik.

"Sudah sejak Rabu kemarin aliran listrik AC di kantor KONI diputus sepihak oleh pengelola. Ini membuat kami tidak maksimal dalam bekerja karena ruangan menjadi panas. Padahal kami tengah mempersiapkan berbagai hal untuk kepentingan Musornas nanti," kata Ade.

"Kami bukannya tidak ingin membayar. Namun saat ini kami masih mengalami kesulitan dana karena anggaran pemerintah untuk KONI belum cair. Ini membuat kami kesulitan membayar taguhan tersebut," ujarnya menyoal tunggakan listrik tersebut.

KONI juga mengaku telah melakukan upaya untuk mencari dana dengan meminta bantuan dari Kemenpora bahkan Kantor Kepresidenan. Mereka menegaskan bakal tetap melunasi tunggakan seperti yang diharapkan pengelola GBK.

"Kami pasti akan bayar semua tagihan itu begitu kami memiliki dana. Hanya saja saat ini kami masih kesulitan. KONI ini bukan lembaga profit jadi tolong diberikan keringanan. KONI selama ini berjuang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional lewat olahraga. Ini semua harus menjadi pertimbangan," Ade mengharapkan.

(mcy/krs)