RI Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Equestrian, Menpora Beri Target Ini

Mercy Raya - Sport
Selasa, 12 Jan 2021 21:25 WIB
Final FEI Jumping World Challenge (JWC), Kejuaraan Dunia Equestrian.
RI Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Equestrian, Menpora Beri Target Ini. (Foto: Dok. Kemenpora)
Jakarta -

Menpora Zainudin Amali mendukung penuh Indonesia menjadi tuan rumah Final FEI Jumping World Challenge (JWC) September mendatang. Ia berharap Merah -Putih bisa sukses prestasi dan penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Equestrian itu.

Hal itu disampaikan menteri asal Gorontalo itu saat menerima kunjungan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi), Triwatty Marciano di Kemenpora, Jakarta, Selasa (12/1) siang.

"Saya apresiasi langkah dari Pordasi ini. Proses untuk menjadi tuan rumah tidak gampang. Tentunya sangat baik ya. Sekaligus kejuaraan ini bisa mempromosikan bahwa Indonesia siap menggelar kejuaraan kepada negara-negara lain," kata Amali.

Perhelatan Final FEI Jumping World Challenge (JWC) akan menggunakan lokasi di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP). Kejuaraan ini akan diikuti 25 negara. PB Pordasi diketahui sudah meloloskan dua atletnya untuk tampil dalam ajang tersebut.

Amali lantas berharap melalui kejuaraan internasional ini, ajang equestrian atau berkuda semakin diminati masyarakat Indonesia.

"Saya harap olahraga ini bisa populer ditengah masyarakat, seperti halnya olahraga sepak bola, basket, dan voli. Sekali lagi, kita harus dorong dan mempromosikan olahraga ini bahwa Indonesia punya tim yang baik," dia menjelaskan.

"Saya apresiasi semangat ketua umum (Triwatty Marciano) ini sangat luar biasa. Sepanjang apa yang memungkinkan sesuai aturan akan kita dukung. Tentu ada aturan-aturan yang harus kita patuhi. Saya harap prestasi ini sama-sama kita perhatikan, apalagi kita menjadi tuan rumah," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi), Triwatty Marciano, optimistis Indonesia akan meraih prestasi serta sukses sebagai penyelenggara.

Saat ini, lanjut Triwatty, pihaknya tengah mempersiapkan atlet untuk mengikuti bisa mengikuti kejuaraan single event internasional tersebut.

"Jadi nanti itu lokasi penyelenggaraannya sangat memungkinkan memenuhi syarat dan tentunya menerapkan protokol kesehatan. Setiap negara nantinya akan mengirimkan atletnya saja dan nanti untuk kudanya akan kita persiapkan. Nanti juga harus wajib menerapkan protokol kesehatan. Kesiapan venuenya, tentunya memenuhi syarat," Triwatty memaparkan.

Dukungan penuh juga datang dari KONI Pusat. Sekjennya, Ade Lukman menyampaikan hal serupa dalam pertemuan tersebut.

"Jadi, KONI Pusat mendukung penuh kejuaraan ini. Kita juga mendukung terwujudnya prestasi serta penyelenggaraan nantinya. Kami melihat, ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kesiapan ke tingkat yang lebih tinggi," kata Ade.

(mcy/krs)