'Olimpiade Tokyo Sesuai Jadwal'

Mercy Raya - Sport
Senin, 25 Jan 2021 18:00 WIB
Ketua KOI Raja Sapta Oktohari.
Komite Olimpade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengungkap Olimpiade 2020 masih sesuai jadwal. (Foto: dok. KOI)
Jakarta -

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menyatakan Olimpiade 2020 di Tokyo masih sesuai jadwal. Hal itu sudah dipastikan langsung oleh IOC.

Olimpiade Tokyo dirumorkan batal digelar imbas pandemi virus Corona yang berkepanjangan. Kabar itu juga seiring banyaknya permintaan dari masyarakat negeri Sakura yang ingin ajang itu batal atau ditunda.

Presiden International Olympic Committee (IOC) Thomas Bach meresponsnya dengan menggelar rapat melalui video conference baru-baru ini. Hasil rapat itu pun dituangkan kembali oleh KOI kepada pewarta, Olimpiade Tokyo digelar sesuai jadwal pada 23 Juli-8 Agustus 2021.

"Kami kemarin berkoordinasi langsung dengan International Olympic Commiittee (IOC), terkait dengan isu-isu yang berkembang di luar. IOC dan NOC Jepang telah memastikan Olimpiade Tokyo akan dibuka 23 Juli sehingga IOC dan Panitia Penyelenggara Olimpiade Tokyo memastikan opening ceremony tetap dilaksanakan 23 Juli," kata Okto dalam jumpa persnya pada Senin (25/1/2021) melalui aplikasi Zoom.

Untuk itu, KOI sampai ini pun, masih berpegang pada informasi tersebut.

"Seperti yang saya katakan sebelumnya, KOI hanya bisa menginformasikan hal yang telah divalidasi. Apabila ada perkembangan di pertengahan jalan, kami akan berikan informasinya," ujarnya.

Tak hanya soal kepastian Olimpiade tetap berjalan sesuai rencana, IOC juga menginformasikan bakal memberikan dukungan kepada negara-negara yang belum mendapatkan vaksin.

"Bahkan ada dana donasi atau program dari IOC melalui NOC yaitu 1+2 satu vaksin dan dua tambahan untuk masyarakat sekitar. Teknis akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan IOC," ujarnya.

Menyoal pengiriman tim Indonesia dan teknis protokol kesehatan di Jepang selama Olimpiade, Okto mengatakan juga masih menunggu.

"Kami belum menerima petunjuk teknis dan protokol yang disampaikan terkait Olimpiade 2021. Hanya saja sudah dikonfirmasi kegiatan terus dilaksanakan," dia menjelaskan.

Hal serupa ditegaskan Sekretaris Jenderal KOI Ferry Kono. Menurutnya, CdM Indonesia untuk Olimpiade sudah mempersiapkan sejumlah skenario keberangkatan.

"Tapi kami belum bisa pastikan karena masih menunggu protokol kesehatan yang akan dikeluarkan pemerintah Jepang dan jadi peraturan dari panitia penyelenggara Tokyo," katanya.

"Begitu pun untuk karantina bisa pelatnas melalui cabor atau dilakukan tim CdM nanti, maupun juga dilakukan di Jepang. Tapi ini masih skenario plan A dan plan B," Ferry menambahkan.

Indonesia saat ini sudah mengantongi empat tiket ke Olimpiade 2020, yang di antaranya dua dari cabang panahan nomor recurve perorangan putra dan recurve perorangan putri, menembak (air rifle putri), dan satu dari atletik Lalu Muhammad Zohri di nomor 100 meter putra.

(mcy/cas)