Kerja Keras Berbuah Emas

McIntosh:

Kerja Keras Berbuah Emas

- Sport
Minggu, 12 Feb 2006 18:42 WIB
Kerja Keras Berbuah Emas
Sentul - Kemenangan Sean McIntosh di feature race A1GP Indonesia menunjukkan bahwa dengan kerja keras segala sesuatu menjadi mungkin. McIntosh memulai feature race dengan kondisi yang sangat buruk. Pembalap 20 tahun ini start dari posisi bucit karena gagal menyelesaikan sprint race. Tampil meyakinkan dengan merengsek ke posisi 10 di akhir lap pertama, cobaan lagi-lagi menghadangnya. Karena ngebut di pit lane dia terkena sanksi drive trough 10 detik. Akibatnya di lap ketiga posisinya merosot ke posisi 15. Selama tiga lap McIntosh bahkan harus berkutat di posisi ke-18. Tetapi dengan semangat pantang menyerah, serta tak terlepas didukung oleh tim dan mobil yang prima, McIntosh memperbaiki posisinya. Dari peringkat 12 di lap ke-13, McIntosh sudah merengsek ke tempat ketiga sepuluh lap berikutnya. Enam lap terakhir, keberuntungan seperti enggan menjauhinya. Keluarnya Inggris dan Afsel di lap ke-34 membuat Kanada merengkuh posisi pertama. Start dari posisi buncit namun finish sebagai yang terdepan jelas sangat luar biasa. Jadi apa sebetulnya rahasia kamu hingga bisa begitu cepat, Scott? "Ah, rahasianya sederhana saja. Konsistensi," kata pemuda murah senyum ini pada detiksport seusai balapan di Sentul, Minggu (12/2/2006). "Saya tak mau menganggap saya beruntung mengingat saya harus menjalani drive trough penalty. Ini bukan luck tapi kerja keras," tukas McIntosh. Hasil ini tak hanya istimewa buat tim Kanada (hasil terbaik setelah posisi ketiga feature race A1GP Jerman-Red) tetapi juga istimewa buat pembalap 20 tahun itu. Pasalnya ini adalah kado perpisahan sementara yang sungguh manis. "Di Meksiko dan Amerika Serikat, saya tidak akan membalap untuk Kanada karena Patrick Carpentier yang akan membalap untuk tim ini. Saya baru akan membalap lagi di seri terakhir di Cina. Sebabnya bukan karena saya tampil jelek, tapi ada banyak sekali pembalap yang bagus di negeri saya. Jadi kita perlu melihat semuanya," tutur kakak kandung Elisa dan Lindsay McIntosh ini. Meski masih berusia muda, McIntosh sudah menunjukkan bakatnya. Dengan prestasi cemerlangnya di Formula Renault Inggris, dia menjadi kandidat yang dipilih pengusaha minyak Kanada Wade Cherwayko saat membentuk tim A1GP negaranya. Pembalap terbaik ajang Formula Renault Inggris versi majalah 'Autosport' ini pun didaulat sebagai pembalap muda penerus Jacques Villeneuve. Usia muda yang identik dengan hura-hura pun seakan tidak diakrabinya. Setelah kembali ke Novotel Bogor, penginapannya selama di Indonesia, McIntosh akan merayakan kemenangannya dengan sederhana. "Nanti malam saya akan menraktir tim termasuk mekanik untuk minum-minum di bar hotel kami. Saya tidak sempat jalan-jalan lagi. Besok saya akan meninggalkan Indonesia menuju Inggris untuk testing kendaraan. Hari Rabu saya sudah akan berada di belakang kemudi lagi," tutur penyuka makanan Italia ini. Kerja keras yang patut dicontoh, nih! (Foto: Detiksport/Salomo) (mel/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads