detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 24 Feb 2021 18:30 WIB

Menpora: Vaksinasi Atlet Bakal Dihadiri Wapres Ma'ruf Amin

Mercy Raya - detikSport
Wakil Presiden Maruf Amin di Balai Rehabilitasi Pangudi Luhur Bekasi Menpora: Vaksinasi Atlet Bakal Dihadiri Wapres Ma'ruf Amin (dok. Setwapres)
Jakarta -

Sebanyak 820-an atlet, pelatih, dan pendukung dari 39 cabang olahraga plus NPC akan disuntik vaksin massal di Istora GBK. Vaksinasi perdana kepada insan olahraga ini akan dihadiri Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk atlet, pelatih, dan tenaga pendukung telah diputuskan bergulir Jumat (26/2/2021). Menpora Zainudin Amali menyampaikan kesiapannya usai menjalani rapat dengan pihak terkait.

"Jumat pagi akan ada vaksinasi atlet kemudian pelatih dan pendukung. Untuk tahap pertama ini kami beri kepada mereka yang akan ke turnamen luar negeri dan cabor-cabor sudah kami inventarisir. Jumlahnya sekitar 820-an," kata Menpora Amali dalam jumpa pers dengan wartawan, Rabu (24/2/2021) melalui Zoom.

"Karena pesertanya banyak dan situasi pandemi maka protokol kesehatan dijalankan, jaga jarak juga dilakukan," dia menjelaskan.

Menteri asal Gorontalo itu juga memastikan dalam vaksinasi lusa nanti akan dihadiri oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin. "Di dalam rencana yang diberikan kepada kami Bapak Wapres yang akan datang tapi saya tidak tahu pendamping siapa," ujarnya.

"Vaksinasi bagi atlet pelatih dan tenaga pendukung cabor itu masih akan dilakukan untuk tahapan berikutnya. Harapannya ini menjangkau sampai ke atlet yang ikut PON dan mudah-mudahan tak ada kesulitan karena gampang pendataannya," ujarnya.

Menilik dari jumlah semula yang akan divaksinasi, Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto tak menampik ada penambahan jumlah yang signifikan. Namun, hal itu tak lepas dari kesanggupan dari Kementerian Kesehatan untuk memberikan vaksinasi.

"Iya itu data terakhir. Kan bergerak terus karena semalam kami masih rapat lagi. Semula memang 300, naik menjadi 500, 730 kemudian menjadi 820 orang," kata Gatot, terpisah.

"Sebab kami menyadari yang diurus tenaga kesehatan bukan hanya kami. Ibaratnya kami tahu diri lah. Kemudian Kemenkes menawarkan (jumlahnya untuk ditambah). Jadi kami optimalisasi. Begitu saja sebenarnya (alasan adanya penambahan)," dia menjelaskan.

Simak juga Video "Jokowi: RI Termasuk Negara Pertama di ASEAN yang Mulai Vaksinasi Corona":

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com