detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 30 Mar 2021 17:00 WIB

Riau Ega dan Diananda Tak Otomatis Wakili RI di Olimpiade 2020

Mercy Raya - detikSport
Diananda Raih Perak di Individual Recurve Putri

Pemanah Putri asal Indonesia Diananda Choirunisa berhadapan dengan  pemanah putri asal China Zhang Xinyan di babak final individual Recurve Putri dalam ajang Asian Ganes 2018, Jakarta, Selasa (28/8/2018). Dalam pertandingan final ini wakil Indonesia Diananda Choirunisa harus mengakui ketangguhan dari Zhang Xinyan dengan poin 7-3 dan meraih medali perak. Grandyos Zafna/detikcom Diananda Choirunisa dan Riau Ega Agatha Salsabila tak otomatis dikirim ke Olimpiade 2020. (Foto: detikcom/Grandyos Zafna)
Jakarta -

Atlet panahan, Riau Ega Agatha Salsabila dan Diananda Choirunisa, tak otomatis mewakili Indonesia di Olimpiade Tokyo khususnya nomor perorangan recurve. Mereka harus bersaing dengan rekan-rekan di Pelatnas lainnya.

PP Perpani akhirnya kembali menyertakan Riau Ega dan Diananda dalam pemusatan latihan nasional Olimpiade 2020 Tokyo. Mereka masuk setelah ada dua pepanah dari pelatnas tahap pertama terdegradasi.

Keduanya dipanggil dan telah dimasukkan dalam Surat Keputusan (SK) per Maret, meskipun faktanya pelatnas masih menunggu nota kesepahaman dengan Kemenpora.

Jauh sebelum keputusan pemanggilan mereka kembali, Riau Ega dan Diananda lebih dulu dicoret karena masalah pelatih. Padahal mereka merupakan peraih tiket Olimpiade perorangan recurve putra dan recurve putri saat tampil di Asian Games 2018.

Bahkan, World Archery juga sudah mengirimkan formulir dan daftar nama atlet yang lolos kualifikasi Olimpiade 2020.

Kini, setelah masuk ternyata tak serta merta mereka bakal menjadi wakil Indonesia pada multievent empat tahunan tersebut. Keduanya masih harus bersaing dengan pepanah lain, yang sudah mengikuti pelatnas sejak tahap pertama, Juli lalu.

"Mereka harus tetap bersaing. Memang tiket diraih Riau Ega dan Diananda pada waktu Asian Games di Jakarta kemarin, tapi sifatnya by number bukan by name," kata Sekretaris Jenderal PP Perpani, Nyak Amir, kepada detikSport, Selasa (30/3/2021).

"Artinya yang terakhir untuk entry by name ke Tokyo siapa yang paling the best di antara mereka. Tidak serta merta," ujarnya.

"Semua atlet memiliki peluang. Siapa di antara mereka berempat, begitu pun dengan sektor putri, yang paling terbaik itu yang kami kirim. Mudah-mudahan kita beri yang terbaik dan konsep berkeadilan," dia menegaskan.

Sehubungan itu, Amir menjelaskan, jika pelatnas Olimpiade nantinya akan berjalan seiringan dengan pelatnas SEA Games 2021 Vietnam.

Jadi total atlet yang masuk dalam pemusatan latihan kedua menuju Olimpiade 2020 sebanyak 16 atlet. Rinciannya delapan atlet recurve dan delapan atlet nomor compound.

"Sambil menunggu mulai Pelatnas, anak-anak tetap latihan di daerah tapi tetap kami komunikasikan dan pantau. Kami juga kirim surat ke Pengprov supaya atlet ini bisa dibantu. Mereka juga rata-rata atlet Pelatda provinsi untuk PON, makanya kami yakin mereka tetap latihan di daerah," kata Amir menyoal kondisi latihan anak-anak.

Lihat juga Video: Tetap Ada Pawai Obor Olimpiade Tokyo 2021 di Tengah Pandemi

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com