Toyota Vios & Yaris Dikontrak Mati

Indonesia Touring Car Championship 2006

Toyota Vios & Yaris Dikontrak Mati

- Sport
Selasa, 14 Mar 2006 18:58 WIB
Toyota Vios & Yaris Dikontrak Mati
Jakarta - Indonesia Touring Car Championship (ITCC) musim 2006 bakal menjadi ajang pertaruhan bagi Mezzo Toyota Tim Indonesia khususnya dengan produk terbarunya Yaris. Meski baru diluncurkan Februari 2006 lalu, hatchback Toyota itu ditargetkan untuk meraih gelar juara tim dan pembalap.Musim lalu Toyota Tim Indonesia dengan mengandalkan Vios berhasil merebut gelar juara tim Indonesia Super Production (Grup N), juara tim Super 1500 Indonesian Touring Car Championship (Grup N+) dan menjadi runner up Nasional Tim Indonesian Touring Car Championship.Yaris sendiri menggunakan mesin yang sama dengan Vios yakni 1 NZ-FE. Dengan model sasis yang lebih "ramping", TTI optimis memasang target juara meski Yaris belum menjalani uji coba."Target Mezzo TTI di tahun 2006 ini adalah meraih kedudukan sebagai juara nasional tim maupun pembalap di kedua kelas yang diikuti oleh Vios dan Yaris," ujar Achmad Rizal, Direktur Tim Mezzo TTI saat mengumumkan susunan tim dan sponsor untuk musim 2006 di Jakarta, Selasa (14/3/2006).Pada saat yang bersamaan juga diumumkan perubahan nama resmi TTI menjadi Mezzo TTI. Ini merupakan bagian dari kerjasama sponsor antara Toyota Tim Indonesia dengan produk rokok Djarum Super Mezzo selama satu tahun yang terdiri dari enam seri.Diterangkan Tim Principal Mezzo TTI Hendrayadi L, meski belum diuji coba, Yaris diprediksi bakal bisa menyamai bahkan mungkin lebih baik daripada Vios. "Secara teori, bentuknya yang lebih slim akan mempermudah pembalap untuk mengendalikannya. Artinya Yaris bisa lebih baik dari Vios," ujarnya yakin. "Target kita tetap juara. Ini kontrak mati. Kalau tidak, lihat saja tahun depan apakah mereka-mereka ini masih di sini," lanjut Hendrayadi sambil tertawa dan melihat Rizal.Untuk pembalap, Mezzo TTI mempercayai dua driver muda Reynaldo Poetro Koesoemo dan Haridarma Mannopo. Aldo -panggilan Reynaldo- musim lalu menjadi runner up di ITCC mengulangi prestasinya tahun 2001 dan 2004. Namun pembalap berusia 24 tahun itu pernah meraih prestasi tertinggi menjadi juara nasional tahun 2002. Sementara Hari baru bergabung dengan ITCC musim ini. Pembalap berusia 26 tahun itu memiliki catatan prestasi sebagai runner up Formula Asia Nasional 1997, 2001 dan 2002, runner up Timor OMR 1998 dan peringkat IV Formula Asia Internasional.Foto: Reynaldo Poetro Koesoemo (kiri) dan Haridarma Mannopo menjadi tumpuan Mezzo TTI memburu gelar juara (Detiksport/Salomo S) (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads