Indonesia Berpeluang Tambah Wakil di Olimpiade Tokyo

Mercy Raya - Sport
Jumat, 25 Jun 2021 15:40 WIB
TOKYO, JAPAN - JANUARY 21: The Olympic rings are seen outside the  New National Stadium in Tokyo on January 21, 2020 in Tokyo, Japan. (Photo by Clive Rose/Getty Images)
Indonesia masih bisa menambah wakil ke Olimpiade 2020. (Foto: Photo by Clive Rose/Getty Images)
Jakarta -

Indonesia berpeluang menambah wakil di Olimpiade Tokyo pada 23 Juli-8 Agustus mendatang. Ialah voli pantai yang saat ini masih menjalani kualifikasi.

Chef de Mission Olimpiade Indonesia, Rosan P. Roeslani, mengatakan jumlah 28 atlet yang saat ini sudah lolos Olimpiade, masih kemungkinan bertambah sesuai target awal 30 atlet.

Adapun 28 atlet itu terdiri dari bulutangkis (11 atlet), angkat besi (5), panahan (4), atletik (2), rowing (2), menembak (1), surfing (1), serta renang (2).

"Rencananya dari voli pantai tapi kami masih menunggu. Mereka saat ini sedang mengikuti kualifikasi dan sedang berlangsung hingga sekarang. Tinggal tunggu itu saja," kata Rosan kepada detikSport, Jumat (25/6/2021).

Tim nasional voli pantai saat ini tengah mengikuti voli pantai Asia/AVC Continental mulai 25-27 Juni di Nakhom Phatom, Thailand. Ajang itu menjadi salah satu event untuk meraih tiket ke Olimpiae Tokyo.

Merah-Putih menurunkan tiga pasang tim putra dan tiga pasang tim putri. Mereka ialah Ade Candra Rachmawan/Mohamad Ashfiya (INA-1), Gilang Ramadhan/Danangsyah Y. Pribadi (INA-2), dan pasangan junior Bintang Akbar/Ilham Akbar (INA-3).

Sementara pada sektor putri, Indonesia menurunkan pasangan Dhita Juliana/Putu Dini Jasita Utami (INA-1), Desi Ratnasari/Allysah Mutakharah (INA-2), serta pasangan junior Saqwa Ameilia Permata Putri/Devi Melinda Novitasari (INA-3).

Manajer tim voli pantai Indonesia, Slamet Mulyanto, mematok target timnya harus juara, meskipun peringkat dua dan tiga masih berpeluang untuk lolos Olimpiade Tokyo.

"Tidak ada kata lain selain juara. Karena di babak kualifikasi ini hanya mencari satu tim putra dan satu tim putri," kata Slamet dalam keterangan tertulisnya.

"Kalaupun hanya di peringkat dua dan tiga masih peluang lolos tapi berat, karena kita harus menghadapi peringkat dua dan ketiga negara-negara di Eropa, Amerika, dan tim lain yang tentunya lebih berat," ujar Slamet menjelaskan soal peluang lolos.

(mcy/cas)