KONI Pusat: PON Papua Tak Perlu Kondom Gratis, Apalagi Saat Pandemi

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 26 Jun 2021 16:47 WIB
PON XX Papua rencananya akan digelar pada Oktober 2021 mendatang. Beragam persiapan pun dilakukan di venue yang bakal jadi tempat sejumlah cabor dipertandingkan
Ilustrasi venue Pon Papua. (Foto: ANTARA FOTO/Gusti Tanati)
Jakarta -

KONI Pusat, melalui Sekretaris Jenderal Ade Lukman, angkat bicara mengenai usulan kondom gratis di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.

"Kalau saya rasa tidak tepat di Indonesia karena baik budaya dan kebiasaan kita lain dengan di luar," kata Ade kepada detikSport, Sabtu (26/6/2021).

" Kalau di Olimpiade London 2012 memang ada, tapi kalau di Indonesia tidak dibutuhkan seperti itu. Atlet-atlet kita tidak seperti di luar. Apalagi ini tidak disatukan dalam satu atlet village, pisah-pisah. Menurut saya seperti itu," imbuhnya.

Pengadaan secara gratis alat kontrasepsi atau kondom bagi para atlet yang menginap di sejumlah penginapan selama pelaksanaan PON Papua dikabarkan muncul atas permintaan pemerintah Kota Jayapura, Provinsi Jayapura.

Usulan itu bahkan sudah dibahas sejak tahun lalu oleh Dinas Kesehatan Kota Jayapura. Penyediaan kondom gratis ini bertujuan untuk mencegah penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS. Menukil data Kemenkes pada 29 Mei 2020, Provinsi Papua menempati peringkat ketiga dengan total kasus HIV/AIDS 60.606.

"Silakan saja. Wajar-wajar saja usulan itu, tapi menurut saya tidak terlalu diperlukan," ucap Ade.

"Apalagi di tengah pandemi COVID-19, kan ada social distancing. Kalau dari Pemkotnya berkeras? Silakan saja. Itu kan kewenangan dari masing-masing daerah yang dipimpinnya."

Situasi pandemi COVID-19 dengan lonjakan kasus secara umum di Indonesia saat ini, plus ancaman malaria di Papua, menurutnya adalah masalah-masalah kesehatan yang mestinya lebih jadi fokus aktual untuk dipikirkan secara matang pada PON Papua.

"Jadi kalau ini terkait masalah kesehatan, mungkin ada baiknya dikoordinasikan dengan Panwasrah, atau dengan Dinkes setempat, karena kita lebih concern dengan COVID-19 dan malaria di Papua."

"Panwasrah itu isinya dari KONI, banyak para ahlinya, kalau kesehatan banyak dokter-dokter kita yang memegang untuk kesehatan," kata Ade.

(mcy/krs)