PB PASI Kecewa SEA Games Ditunda, tapi Maklum

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 10 Jul 2021 18:25 WIB
Pelatih Lalu Muhammad Zohri disodorkan undangan oleh Asosiasi Atletik Asia dan bakal dinobatkan sebagai pelatih terbaik di Asia.
PB PASI kecewa SEA Games 2021 ditunda, tapi maklum. (Foto: detikcom/Agung Pambudhy)
Jakarta -

Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menanggapi penundaan SEA Games 2021. Mereka kecewa tapi di sisi lain juga memaklumi keputusan yang diambil.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung karena melihat persiapan atletnya yang sudah dilakukan jauh-jauh hari. PB PASI selain menyiapkan atlet untuk pelatnas Olimpiade, juga SEA Games 2021 yang seharusnya digelar November mendatang.

"Kecewa pasti ada (dengan keputusan penundaan) karena dari sisi kami, olahraga seharusnya jalan terus. Apalagi kami sudah mengeluarkan banyak energi terutama atlet-atlet. Mereka sudah berharap bisa tampil baik di SEA Games, tapi dengan pemunduran ini berarti harus ada peninjauan kembali pada program-program latihan," kata Sekretaris Jenderal PB PASI, Tigor Tanjung, kepada pewarta Sabtu (10/7/2021).

"Di sisi lain, kami memahami seluruh dunia ini sedang menghadapi persoalan yang sama berat, sebab COVID-19 ini susah sekali dibendung dan pemerintah Vietnam, sedang kerepotan. Jadi menurut kami ini juga keputusan yang harus didukung," ujar Tigor.

Kabar SEA Games akan ditunda sejatinya sudah muncul sejak beberapa bulan belakangan. Vietnam melalui National Olympic Committee (NOC) meminta waktunya dimundurkan karena negaranya tengah berjuang menghadapi pandemi COVID-19. Namun saat itu muncul sejumlah penolakan dari beberapa peserta negara termasuk Indonesia.

Sampai akhirnya, Kamis (8/7/2021), negara-negara Asia Tenggara bersepakat untuk mendukung keputusan tersebut, meskipun belum jadwal pengganti.

"Untuk jadwal pengganti bisa saja tak tanggung-tanggung diundur 2024. Jadi akan ada SEA Games tiga tahun berturut-turut (2023, 2024, 2025) bisa saja. Sebab, andai kata (persiapan) dari November ke April 2022 dan itu cuma lima bulan. Apakah dengan waktu itu sudah menjamin COVID-19 turun atau sudah kondusif situasinya? Itu yang mesti kita lihat," ujarnya.

"Ini kan kita bicara soal pandemi. Kita sudah lihat sendiri bagaimana tak terduganya. Jadi bisa saja mereka mundurnya tak tanggung-tanggung. Sama saja dengan Olimpiade Tokyo mundur setahun. Akibat itu banyak event diundur," kata Tigor menambahkan.



Simak Video "4 Hari Hilang, Nelayan 60 Tahun di Kendari Ditemukan Selamat"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)