Olimpiade 2020: PABSI Tak Bebani Lifter Debutan Raih Medali

Mercy Raya - Sport
Rabu, 14 Jul 2021 20:15 WIB
Lifter muda Indonesia Windy Cantika Aisah sukses meraih medali emas di SEA Games 2019 Filipina. Ia sekaligus berhasil mempertajam rekor remaja Asia sebelumnya.
Windy Cantika Aisah tak dibebani target medali oleh PB PABSI sebagai debutan di Olimpiade 2020. (Foto: detikcom/Grandyos Zafna)
Jakarta -

PB PABSI tak ingin membebani atlet debutan dalam meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020. Asal enam angkatan mulus, mereka optimistis capain medali akan mengikuti.

Pernyataan itu dipertegas pelatih kepala angkat besi Indonesia, Dirdja Wihardja, menyoal target di Olimpiade secara khusus kepada lifter debutan.

"Kami tidak kasih beban, yang penting tampil maksimal. Kesempatan tiga kali mengangkat clean and Jerk dan tiga kali snatch Insyaallah semuanya berhasil. Kalau itu bisa otomatis total angkatan lebih baik dan alhamdullilah medali," kata Dirdja kepada detikSport, Rabu (14/7/2021).

Indonesia melalui cabang angkat besi berhasil meloloskan lima wakil, yang tiga di antaranya baru kali pertama tampil di multiajang olahraga terbesar di dunia tersebut.

Mereka ialah Windy Cantika Aisah di kelas 49 kg. Dia menempati peringkat lima race to Tokyo, dan Nurul Akmal di kelas +87 kg. Nurul masuk dalam peringkat 6 besar kualifikasi. Serta Rahmat Erwin Abdullah yang lolos dari jalur kontinental. Ia menempati peringkat 11 di kelas 73 kg.

Sedangkan dua lifter lainnya ialah Eko Yuli Irawan di kelas 61 kg dan Deni masuk delapan besar kelas 67 kg. Mereka merupakan atlet berpengalaman tampil di Olimpiade, terutama Eko merupakan peraih medali perunggu di Beijing 2008 dan London 2012, serta perak Rio de Janeiro 2016.

Meskipun tak memasang target tinggi, Dirdja menyadari psikologis atlet turut mempengaruhi perfoma lifter di panggung di Olimpiade Tokyo 2020. Untuk itu, para pelatih membekali atletnya dengan banyak melakukan tukar pikiran.

"Kami banyak melakukan sharing, tukar pikiran dengan atlet agar bertanding di Tokyo bisa berjalan baik. Seperti Sri Indriyani (pelatih putri) dia merupakan peraih medali perunggu Olimpiade Sydney 2000, dia menceritakan pengalamannya kepada Windy dan Nurul," dia menjelaskan.

"Yang jelas mereka yang lolos ialah wakil terbaik di kelasnya masing-masing. Tinggal bagaimana mereka melawan diri sendiri saja, kalau di angkat besi seperti itu," ujar Dirdja.

"Jika dalam dirinya saja mindsetnya sudah pesimis pasti hasilnya begitu. Sebaliknya, jika pikiran kita angkatan pertama kena, hasilnya juga pasti mengikuti. Tapi jangan takabur juga, kita tetap berusaha dan memanagenya sebaik mungkin di pertandingan nanti."

Ditambahkan Dirdja selain mental, PABSI juga menjaga ketat kesehatan atletnya sampai keberangkatan ke Tokyo pada 17 Juli mendatang.

"Kamar atlet sudah dipisah, satu orang satu kamar. Latihan pun dipisah untuk atlet proyeksi Olimpiade dengan Pelatnas SEA Games. Ya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Protokolnya lebih diperketat karena sayang tinggal empat hari lagi akan jalan," katanya.

Angkat besi akan mulai bertanding di Olimpiade Tokyo 2020 pada 24 Juli hingga 2 Agustus 2021. Rinciannya Windy akan tampil pada 24 Juli, kemudian Eko dan Deni pada keesokan harinya. Begitu Rahmat Erwin yang akan bertanding pada 28 Juli, kemudian Nurul Akmal pada 2 Agustus.

(mcy/cas)