Jadwal Keberangkatan Dua Cabor ke Olimpiade Mundur, Ini Alasannya

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 17 Jul 2021 14:30 WIB
Sekretaris Jenderal KOI Ferry J. Kono
Sekjen KOI, Ferry J Kono, mengungkap keberangkatan dua cabor ke Tokyo mundur. (Foto: dok.KOI)
Jakarta -

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memutuskan untuk mengubah jadwal keberangkatan dua cabang olahraga ke Olimpiade. Kebugaran atlet menjadi faktor penyebabnya.

Sebanyak enam cabor sejatinya akan berangkat, Sabtu (17/7/2021) malam ini. Cabor-cabor itu antara lain menembak, renang, panahan, angkat besi, rowing dan surfing.

Namun, KOI dan Chef de Mission (CdM) Kontingen Olimpiade Indonesia Rosan P Roeslani memutuskan mengubah jadwal keberangkatan dua cabor yaitu rowing dan dua orang dari angkat besi (atlet dan pelatih) karena kondisi kesehatan yang bersangkutan belum bugar.

"Penerbangan cabor rowing kami ubah ke Selasa (20/7). Begitu juga atlet angkat besi Deni yang nanti berangkat didampingi coach Lukman. Perubahan dilakukan berdasarkan rekomendasi tim dokter karena mereka ada gejala flu," kata Sekretaris Jenderal KOI Ferry J. Kono dalam keterangan tertulisnya.

"Kami perlu mengantisipasi dengan memisahkan keberangkatan dari rombongan besar demi mementingkan unsur kesehatan dan keselamatan Tim Indonesia."

Meski jadwal penerbangan berubah, Ferry memastikan tidak memengaruhi keikutsertaan atlet-atlet Indonesia di Olimpiade. Sesuai jadwal, rowing baru bertanding pada 24 Juli dan Deni tampil pada 25 Juli. Coach Lukman, tambahnya, juga bisa mendampingi Eko Yuli Irawan karena kelas 61 kg putra bertanding di hari yang sama.

"Ada karantina tiga hari yang diterapkan pemerintah Jepang, tidak masalah karena atlet-atlet masih memiliki waktu sampai hari pertandingan. KOI bersama CdM concern dengan hal ini karena kami ingin memastikan semua atlet yang berangkat kondisinya bugar sehingga mereka bisa menjalani prokes di sana dengan lancar," tambah Ferry.

Dengan demikian, rombongan yang terbang malam ini adalah 13 atlet serta 11 pelatih dan official dari lima cabor yaitu panahan (4 atlet), angkat besi (4), menembak (1), renang (2), dan surfing (1+1). Keberangkatan dipimpin langsung oleh Rosan selaku CdM serta Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari.

"Untuk atlet di luar karantina kami, yaitu surfing langsung perangkat dari Bali, transit di Bandara Soekarno Hatta untuk bergabung dengan atlet-atlet lain dan bersama-sama berangkat dengan maskapai komersial yang sama dengan rombongan pada 21.55 menuju Tokyo," terang Ferry.

Sedangkan cabor rowing dan 2 orang dari cabor angkat besi berangkat bersama Tim Head Quarters yang dikawal oleh tiga Komite Eksekutif Indra Gamulya, Rafiq Hakim Radinal, serta Arlan Perkasa Kusuma pada 20 Juli. Sementara, cabor atletik didampingi Sekjen NOC Indonesia berangkat di kloter terakhir yang berangkat ke Olimpiade 2020 pada pada 24 Juli.

Seluruh Kontingen Indonesia yang berangkat sudah divaksinasi dan telah menjalani karantina dengan protokol kesehatan yang ketat sesuai aturan TOCOG. Bahkan, CdM dan KOI meningkatkan uji dengan Swab PCR Test selama tujuh hari beruntun, di mana hasil uji di hari ke-4 dan 30 jam sebelum keberangkatan wajib diserahkan ke pemerintah Jepang sebagai syarat keberangkatan.



Simak Video "Dukungan Warganet untuk Atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)