Indonesia Gagal Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032, Brisbane Pemenangnya

Mohammad Resha Pratama - Sport
Rabu, 21 Jul 2021 19:15 WIB
CHOFU, JAPAN - JULY 21: The Olympic ring logo is seen inside the stadium prior to the Womens First Round Group G match between Sweden and United States during the Tokyo 2020 Olympic Games at Tokyo Stadium on July 21, 2021 in Chofu, Tokyo, Japan. (Photo by Dan Mullan/Getty Images)
Brisbane tuan rumah Olimpiade 2032 (Getty Images/Dan Mullan)
Brisbane -

Indonesia harus gigit jari dalam pencalonan tuan rumah Olimpiade 2032. Akhirnya Brisbane yang dipilih untuk menggelar pesta olahraga dunia empat tahunan tersebut.

Indonesia awalnya bertarung dengan Brisbane, Budapest, China, Doha dan Jerman untuk menggelar Olimpiade 2032. Sebab, Olimpiade 2024 akan dihelat di Paris dan Olimpiade 2028 di Los Angeles.

Nah, Komite Olimpiade Internasional (IOC) punya syarat-syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh calon tuan rumah jika ingin terpilih. Dalam perjalanannya, Brisbane dianggap paling cocok dengan keinginan IOC.

Alhasil, dalam rapat dewan IOC yang dihelat, Rabu (21/7/2021) sore WIB, diputuskan bahwa Brisbane ditunjuk sebagai pemenang bidding tersebut. Terpilihnya Brisbane membuat Australia jadi negara kedua dengan jumlah kota terbanyak sebagai tuan rumah Olimpiade musim panas.

Sebelum ini, ada Olimpiade 1956 di Melbourne dan Olimpiade 2000 di Sydney. Selain Australia, ada juga Amerika Serikat yang pernah menghelat di St Louis, Atlanta, dan Los Angeles.

"Kami mendorong proyek-proyek Olimpiade yang berkelanjutan dan bertanggung jawab secara ekonomi, yang memberikan pengalaman Olimpiade terbaik bagi para atlet dan penggemar, dan yang meninggalkan warisan yang kuat bagi komunitas lokal," kata Presiden IOC Thomas Bach dalam laman Olimpiade.

"Visi dan rencana Pertandingan Brisbane 2032 sesuai dengan strategi regional dan nasional jangka panjang untuk pembangunan sosial dan ekonomi di Queensland dan Australia, dan melengkapi tujuan Gerakan Olimpiade yang digariskan dalam Agenda Olimpiade 2020 dan 2020+5, sambil berfokus pada penyediaan olahraga yang berkesan pengalaman bagi atlet dan penggemar," sambungnya.

"Pemungutan suara hari ini adalah suara kepercayaan bahwa Brisbane dan Queensland akan menggelar Olimpiade dan Paralimpiade 2032 yang megah. Kami telah mendengar banyak umpan balik positif dari Anggota IOC dan Federasi Internasional dalam beberapa bulan terakhir," ujarnya.

Olimpiade biasanya digelar empat tahun sekali. Tokyo menjadi tuan rumah Olimpiade 2020. Namun pelaksanaannya ditunda setahun karena pandemi virus Corona sebelum dibuka pada 24 Juli mendatang.

Dengan demikian, keinginan Indonesia untuk menggelar Olimpiade pertama kalinya harus tertunda. Persoalan infrastruktur diperkirakan jadi alasan utama mengapa Indonesia kalah bersaing dari Brisbane, meski sudah memasuki tahap Continous Dialogue.

Apalagi Indonesia tidak menunjuk satu kota spesifik yang akan jadi tuan rumah Olimpiade 2032.

(mrp/aff)