Respons Menpora Usai Indonesia Gagal Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Mercy Raya - Sport
Kamis, 22 Jul 2021 11:25 WIB
Menpora Zainudin Amali
Menpora Zainudin Amali merespons kegagalan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. (Foto: Kemenpora)
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali merespons kegagalan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Ada tiga hal yang menjadi catatannya.

Indonesia tak berhasil menjadi tuan rumah Olimpiade setelah Brisbane secara resmi dipilih dalam pemungutan suara anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang berlangsung, Rabu (21/7/2021) sore. Brisbane mendapat 72 suara dari 77 suara sah.

Amali, yang mengetahui hal itu, mengaku tak terlalu kaget. Ia sudah menyadari karena Indomesia sudah kalah start sejak awal. Brisbane disebut telah memulai persiapan menjadi tuan rumah sejak 2015, sedangkan Indonesia baru memulainya saat Asian Games 2018.

"Pertama, saya menunggu penyampaian resmi dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) karena yang ditugaskan ialah Ketua Umum KOI dan beberapa menteri yang dikoordinasikan oleh Wakil Presiden (Ma'ruf Amin)," kata Amali kepada detikSport dalam sambungan telepon.

"Yang kedua, memang dari awal apa yang disampaikan IOC bahwa melihat posisi, Brisbane memang sudah start lebih dulu. Kami sadar itu tetapi kami tetap berusaha untuk meyakinkan IOC dan negara-negara lain. Kami juga sudah siap seandainya Brisbane diputuskan (jadi pemenangnya). Jadi secara mental kami sudah siap menerima itu sebenarnya, tak kaget-kaget banget. Tapi kami tetap upayakan."

"Yang ketiga, bagi saya kita bidding tuan rumah 2032 supaya dapat kesempatan untuk juga menunjukkan kemampuan mengelola multievent olahraga internasional dan juga untuk ajang prestasi kita. Kan di grand desain nasional ada target 2032. Ada target peringkat di Olimpiade juga sehingga kalau ditanya pemerintah bagaimana? Saya lebih prioritaskan menyiapkan pembinaan prestasi sesuai target grand desain tersebut. Jadi tuan rumah atau tidak? Prestasi harus dipersiapkan," ujarnya.

Meski begitu, Menpora asal Gorontalo tak menepis ada rasa kecewa akibat kegagalan tersebut. "Kecewa pasti tapi tidak lantas menyalahkan. Kalau kita tidak, kita cuma 'Oh, ya sudah'. Kira-kira porsi kekecewaan kita seperti itu karena Brisbane sendiri sudah mengajukan sejak lama," tuturnya.

Indonesia sejatinya masih memiliki peluang untuk maju pada Olimpiade 2036 dan 2040. Hal itu pernah disampaikan Ketua IOC Thomas Bach, yang menyebut kandidat negara yang prosesnya sudah berjalan berpotensi melanjutkan proses untuk menjadi host Olimpiade empat tahun berikutnya. Menanggapi itu, politikus Golkar itu enggan berspekulasi.

"Kami akan diskusi secara internal dulu dengan Ketua Umum KOI. Jika sudah dapat hasilnya kemudian kita minta arahan dari Bapak Presiden. Sekarang ini, kita konsentrasikan ke Olimpiade Tokyo dulu," tegas Amali.

(mcy/cas)