Bendera Taiwan kok 'Raib' di Olimpiade Tokyo 2020?

Mohammad Resha Pratama - Sport
Senin, 26 Jul 2021 13:54 WIB
CHIBA, JAPAN - JULY 25:  Lo Chia-ling of Team Chinese Taipei celebrates after defeating Tekiath Ben Yessouf of Team Niger during the Womens -57kg Taekwondo Bronze Medal contest on day two of the Tokyo 2020 Olympic Games at Makuhari Messe Hall on July 25, 2021 in Chiba, Japan. (Photo by Maja Hitij/Getty Images)
Bendera Taiwan tidak dianggap di Olimpiade Tokyo 2020 (Getty Images/Maja Hitij)
Tokyo -

Taiwan jadi salah satu peserta Olimpiade Tokyo 2020. Tapi bendera negara tersebut malah 'raib'. Kok bisa?

Taiwan menurunkan 68 atlet pada Olimpiade ini yang turun di 18 cabang olahraga. Ini jadi penampilan ke-10 mereka di pesta olahraga sedunia tersebut.

Setelah tiga hari Olimpiade berjalan sejak pembukaan Jumat lalu, Taiwan sudah mengumpulkan dua medali, yakni satu perak dan satu perunggu. Perak didapatkan dari cabor judo nomor 60 kg putra atas nama Yang Yung-Wei dan perunggu dari cabor taekwondo nomor 57 kg wanita atas nama Lo Chia-ling.

Seperti biasanya, akun resmi Olimpiade Tokyo 2020, @Tokyo2020, selalu mengumumkan hasil di setiap cabor yang dipertandingkan. Nah, ada yang janggal saat akun tersebut mengumumkan hasil yang melibatkan atlet Taiwan.

Pada 24 Juli saat Yang meraih medali perak di cabor Judo, tidak ada logo bendera Taiwan di samping namanya. Padahal Takato Naohisa (Jepang) sebagai peraih medali emas, serta Yeldos Smetov (Kazakhstan) dan Luka Mkheidze (Prancis) ada logo bendera negaranya.

CHIBA, JAPAN - JULY 25:  Lo Chia-ling of Team Chinese Taipei celebrates after defeating Tekiath Ben Yessouf of Team Niger during the Women's -57kg Taekwondo Bronze Medal contest on day two of the Tokyo 2020 Olympic Games at Makuhari Messe Hall on July 25, 2021 in Chiba, Japan. (Photo by Maja Hitij/Getty Images)Bendera Taiwan tidak dianggap Foto: Getty Images/Maja Hitij

Demikian juga pada 25 Juli saat Lo meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, tidak ada bendera Taiwan di cuitan akun @Tokyo2020. Usut punya usut, ternyata tidak adanya bendera Taiwan karena mereka memang tidak diakui negara oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC).

CHIBA, JAPAN - JULY 25:  Lo Chia-ling of Team Chinese Taipei celebrates after defeating Tekiath Ben Yessouf of Team Niger during the Women's -57kg Taekwondo Bronze Medal contest on day two of the Tokyo 2020 Olympic Games at Makuhari Messe Hall on July 25, 2021 in Chiba, Japan. (Photo by Maja Hitij/Getty Images)Bendera Taiwan tidak dianggap di Olimpiade 2020 Foto: Getty Images/Maja Hitij

Maka dari itu, Taiwan dalam setiap keikutsertaannya di ajang olahraga apapun termasuk Olimpiade, harus menggunakan nama China Taipei. Sebab mereka memang masih jadi bagian dari negara China.

China dalam hal ini sebagai pemegang kedaulatan atas Taiwan memang sangat sensitif dalam penggunaan nama, emblem, dan bendera Taiwan di perhelatan olahraga internasional.

Nama Taiwan pun tidak terdaftar dalam daftar negara di Asia, yang mana ini jadi dasar IOC tetap menggunakan nama China Taipei. Bahkan pembawa acara NHK sempat kena semprot pemerintah China pada upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020.

Sebab, NHK malah menyebut Taiwan saat kontingen negara itu memasuki stadion, alih-alih China Taipei. Meski demikian, NHK dan Jepang malah mendapat pujian dari Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.

"Tidak ada tantangan yang cukup besar yang dapat menggoyahkan kekuatan olahraga dan nilai Olimpiade. Terima kasih kepada negara tuan rumah, Jepang, yang telah membuat segalanya bisa jadi," ujar Tsai di akun Facebook-nya.

"Tidak peduli seberapa besar tantangannya, itu tidak akan menghentikan Taiwan untuk menjadi anggota dunia. Momen ketika pembawa bendera [pemain tenis] Lu Yen-hsun dan [atlet angkat] Kuo Hsing-chun memasuki stadion adalah ketika Taiwan berdiri di atas panggung. panggung dunia. Kami semua merasa bangga."

(mrp/aff)