Rusak Kasur di Kampung Olimpiade, 9 Atlet Israel Dikecam!

Afif Farhan - Sport
Kamis, 29 Jul 2021 21:00 WIB
TOKYO, JAPAN - JUNE 20: A general view of the athletes room replica during press preview of the Village Plaza as part of the Olympic and Paralympic Village media tour on June 20, 2021 in Tokyo, Japan. About a month before the opening ceremony of the Tokyo 2020 Olympic Games, preparations for the games are progressing in various places including the athlete village, however, opponents are continuing protests over the situation of COVID-19 and operation costs. (Photo by Takashi Aoyama/Getty Images)
Rusak Kasur di Kampung Olimpiade, 9 Atlet Israel Dikecam! (Getty Images)
Tokyo -

9 Atlet Israel bikin video lucu-lucuan membuktikan kasur unik yang terbuat dari kardus di Kampung Olimpiade. Mereka merusak kasurnya, warga Jepang geram!

Dilansir dari media lokal, Kyodo News, hal tersebut terjadi baru-baru ini. Seorang atlet baseball Israel, Ben Wanger mem-posting dirinya dan delapan temannya membuktikan ketangguhan kasur di Kampung Olimpiade.

Kasur yang terbuat dari kardus itu memang disebut-sebut sebagai kasur 'antiseks'. Kasurnya hanya mampu menampung beban cuma satu orang.

Namun lain sisi, rupanya panitia Olimpiade Tokyo 2020 memang khusus memakai kasur tersebut sebagai bentuk ramah lingkungan. Perusahaan bernama Airweave mengatakan, material utama dari kasur tersebut adalah serat polyethylen sehingga bisa didaur ulang berulang kali.

Kasurnya juga akan dipakai untuk atlet Paralympic. Totalnya ada sekitar 8.000 kasur yang disiapkan.

Kembali soal atlet Israel, Ben Wanger dan delapan temannya menjajal ketangguhan kasur tersebut. Satu per satu mereka melompat di kasurnya.

Pelan-pelan, terlihat kasurnya mulai berubah bentuk. Ketika sembilan orang melompat bareng di atas kasurnya, barulah terlihat bentuknya yang rusak.

Kasur Olimpiade DirusakKasur Olimpiade dirusak sembilan atlet Israel (Internet)
Kasur Olimpiade DirusakPenampakan kasurnya yang rusak (Internet)

Hal tersebut mendapat kecaman dari warga Jepang. Banyak warga Jepang yang menulis di sosial media, kalau aksi para atlet Israel sangat tidak menghargai!

"Itu sama sekali tidak lucu, tidak menghargai apa yang sudah dilakukan orang lain," tulis salah seorang netizen Jepang.

"Saya tidak mengerti mengapa ada orang senang yang menghancurkan sesuatu milik orang lain," kata yang lainnya.

Usut punya usut, Ben Wanger sudah menghapus video-videonya di sosial media. Bahkan dikabarkan, panitia tim Israel sendiri yang meminta si atlet untuk menghapusnya.

Apa daya, video itu sudah kadung beredar di dunia maya dan dikecam di mana-mana.

(aff/krs)