Rahmat Erwin Pernah Berpikir Mau Jadi Petinju

Randy Prasatya - Sport
Jumat, 30 Jul 2021 08:10 WIB
Atlet angkat besi, Rahmat Erwin Abdullah, menambah koleksi medali emas Indonesia di SEA Games 2019 Filipina. Dia menjadi yang terbaik di kelas 73 kg putra.
Rahmat Erwin tak pernah menyerah karena cedera. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, sempat berpikir ingin menjadi petinju untuk mengikuti jejak sang kakek. Apa alasannya kala itu?

Rahmat menjadi salah satu wakil Indonesia yang menjalani debutannya di Olimpiade kali ini. Ia tampil di kelas 73 kg angkat besi dengan berada di Grup B pada Rabu (28/7/2021).

Di grup tersebut, Rahmat berhasil menempati peringkat pertama usai membukukan angkatan total 342 kg. Padahal, ia sempat mengalami cedera paha belakang saat melakukan pemanasan menjelang angkatan clean and jerk.

Meski demikian, perjuangan Rahmat terbayar lunas. Bahkan, ia mempertajam rekor angkatan terbaiknya. Sebelumnya, Rahmat memiliki angkatan snatch terbaik 148kg dan clean&jerk 187kg. Dengan penambahan beban 7kg di kedua jenis angkatan itu. Total Angkatan Rahmat yang tadinya 335kg naik menjadi 342kg.

Tapi, hasil itu belum bisa memastikan ia bakal meraih medali karena menunggu hasil Grup A. Sampai kemudian, penantiannya terbayar. Ia berhasil menempati peringkat tiga dan memastikan medali perunggu di Olimpiade Tokyo.

Nama Rahmat perlahan mulai meroket pada SEA Games 2019 di Filipina. Medali emas dibawa pulang Rahmat setelah menjadi yang terbaik di kelas 73 kg putra.

Prestasi gemilang itu langsung dicatatkan Rahmat di SEA Games pertamanya. Sekadar informasi pemudah berusia 19 tahun itu merupakan putra dari lifter legendaris Indonesia, Erwin Abdullah.

Atlet angkat besi, Rahmat Erwin Abdullah, menambah koleksi medali emas Indonesia di SEA Games 2019 Filipina. Dia menjadi yang terbaik di kelas 73 kg putra.Rahmat Erwin Abdullah saat tampil di SEA Games 2019. Foto: Grandyos Zafna

Untuk mencapai sukses seperti sekarang, karier Rahmat tidak lantas mulus-mulus saja. Rahmat pernah mengalami cedera pinggang pada 2015, yang membuatnya berpikir untuk berhenti menggeluti angkat besi dan beralih ke tinju.

"Pernah cedera pinggang lumayan parah, jadi sedikit juga angkat besi. Saya sempat ingin ikuti jejak karier kakek jadi petinju," kata Rahmat saat berkiprah di Filipina.

"Alhamdulillah saya tidak menyerah dengan cedera tersebut. Tetap semangat terus," sambungnya.

"Cedera pas masih remaja mungkin tahun 2015. Waktu itu, umur sudah cukup matang. Orang tua mulai ngejar. Latihannya sangat berat, mungkin overdosis. Jadi pinggang saya kena. Untung sudah sembuh."

Rahmat saat ini masih berusia 20 tahun. Di usia yang muda ini, ia sudah layak menjadi panutan karena kerja kerasnya yang tak pernah menyerah dengan cedera.



Simak Video "Dukungan Warganet untuk Atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/nds)