Hina Mendiang Ayah Khabib, Conor McGregor Kelewat Batas!

Afif Farhan - Sport
Jumat, 30 Jul 2021 11:30 WIB
Conor McGregor motions to the crowd during a news conference for a UFC 264 mixed martial arts bout Thursday, July 8, 2021, in Las Vegas. McGregor is scheduled to fight Dustin Poirier in a lightweight bout Saturday in Las Vegas (AP Photo/John Locher)
Hina Mendiang Ayah Khabib, Conor McGregor Kelewat Batas! (AP)
Jakarta -

Conor McGregor belum kapok melakukan trash talk yang berlebihan. Kali ini McGregor dikecam karena hina almarhum ayahnya Khabib Nurmagomedov.

Conor McGregor kembali bikin ulah, walau lagi proses pemulihan patah engkel sebelah kiri setelah petarungan dengan Dustin Poirier pada UFC 264, Minggu (11/7) kemarin.

Baru-baru ini, McGregor nge-tweet yang isinya membalas perkataan Khabib Nurmagomedov. Eks juara UFC kelas ringan itu mengapresiasi kemenangan Dustin Porier dan menyindir McGregor.




Conor McGregor membalas dengan menulis 'Covid is good and father is evil?'. Hanya saja, tulisan itu sudah dihapus dari Twitter-nya tapi kadung tersebar screenshot-nya di dunia maya.

Conor McGregorConor McGregor (Internet)

Hal tersebut tentu membuat Conor McGregor dikecam banyak pihak. Termasuk eks juara kelas berat UFC yang kini jadi komentator, Daniel Cormier.

"Trash talking Conor McGregor tidak berhasil ketika menghadapi Dustin Poirier yang menyerang istri dan keluarganya. Kini, dia bicara soal mendiang ayah Khabib dan itu sudah kelewat batas," katanya seperti dilansir dari ESPN.

Daniel Cormier yang juga teman dekat Khabib Nurmagomedov menjelaskan, trash talk sah-sah saja di UFC. Satu yang perlu diingat, jangan sampai cacian dan hinaan menyerang keluarga, suku, agama, dan negara.

Apa yang dilakukan Conor McGregor kepada Khabib tentu sudah keterlaluan, meski McGregor sudah menghapusnya.

"Ketika Anda menyerang soal Corona dan kematian yang jadi bencana di dunia, itu keterlaluan," tegasnya.

"Khabib sangat menghormati mendiang ayahnya. Saya terkejut dan banyak orang yang terkejut, sungguh ini suatu hal yang kelewat batas dan tidak seharusnya terjadi," tutupnya.

(aff/krs)