Medali Perak Bikin Petinju Ini Tak Puas, Mau Dicat Jadi Warna Emas?

Kris Fathoni W - Sport
Kamis, 05 Agu 2021 19:51 WIB
TOKYO, JAPAN - AUGUST 04: Men’s Light Heavy (75-81kg) medalists (L-R) Benjamin Whittaker of Team Great Britain (silver medal), Arlen Lopez of Team Cuba (gold medal), Imam Khataev of Team Russian Olympic Committee (bronze medal) and Loren Berto Alfonso Dominguez of Team Azerbaijan (bronze medal) pose for photographs during the Victory Ceremony on day twelve of the Tokyo 2020 Olympic Games at Kokugikan Arena on August 04, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Harry How/Getty Images)
Medali Perak Bikin Petinju Ini Tak Puas, Mau Dicat Jadi Warna Emas? Foto: Getty Images/Harry How
Jakarta -

Ben Whittaker, petinju peraih medali Olimpiade Tokyo 2020, bicara soal ekspresinya yang bete saat dapat medali perak. Ia memang penuh ambisi dan tentu saja akan lebih puas kalau bisa dapat emas.

Petinju asal Inggris itu menjadi salah satu atlet yang mampu mencuri perhatian publik di negaranya dalam gelaran Olimpiade kali ini. Tapi Whittaker dapat banyak kritikan atas tindak-tanduknya di podium juara.

Saat itu Whittaker, yang kalah atas petinju Kuba Arlen Lopez di final tinju kelas berat ringan Olimpiade Tokyo 2020, bukan cuma tampak tak puas dengan raihan medali peraknya. Petinju 24 tahun itu terus saja pasang ekspresi bete di wajah.

Tak cuma itu, Ben Whittaker juga enggan lehernya dikalungi medali perak -- yang lantas cuma ia pegang-pegang dan kemudian dimasukkan ke saku. Ia pun tampak malas-malasan berpose di atas podium Olimpiade Tokyo 2020, kontras dengan petinju-petinju lain di sampingnya.

Sehari usai momen itu, dalam wawancara dengan BBC, Ben Whittaker pun ditanya lagi mengenai sikapnya tersebut. Ia mengaku harusnya bisa 'bersikap lebih baik' tapi bersikeras tindakannya itu bukan bermaksud tak sopan ke petinju lain atau ingin mencederai semangat sportifitas Olimpiade.

"Aku harusnya bisa bersikap lebih baik. Tapi pada akhirnya aku ini adalah orang yang sangat kompetitif. Saat main PlayStation dengan teman-teman pun aku akan kesal kalau kelah," ucapnya kepada BBC, yang dilansir Metro.

"Begitulah diriku, begitulah aku dibesarkan. Aku punya mentalitas seorang juara. Jika aku bisa memutar waktu untuk mengulanginya, tentu saja aku akan melakukannya. Tapi yang sudah terjadi tak bisa diubah dan yang bisa aku lakukan sekarang adalah mengoreksi kesalahan. Aku memang begitu, aku selalu ingin berusaha jadi yang terbaik dalam segala hal yang aku lakukan."

Ben Whittaker kemudian juga memuji Arlen Lopez yang mengalahkannya di final Olimpiade Tokyo 2020 sehingga berhak atas medali emas -- sekaligus membuatnya cuma kebagian perak.

"Aku berharap bukan dia lawannya karena ia petinju yang bagus, tapi aku dapat medali perak. Mungkin yang akan aku lakukan sekarang adalah memakai cat semprot dan mengubahnya jadi emas! Tapi ya sudahlah, aku bangga dengan pencapaianku."

(krs/cas)