Atlet RI Peraih Medali Olimpiade Tokyo 2020 Penasaran dengan Bonus

Muhammad Robbani - Sport
Jumat, 06 Agu 2021 16:27 WIB
TOKYO, JAPAN - JULY 23: Flag bearers Nurul Akmal and Rio Waida of Team Indonesia lead their team out during the Opening Ceremony of the Tokyo 2020 Olympic Games at Olympic Stadium on July 23, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Patrick Smith/Getty Images)
Foto: Getty Images/Patrick Smith
Jakarta -

Atlet Indonesia peraih medali di Olimpiade Tokyo 2020 bersyukur dengan adanya bonus dari pemerintah. Ada juga yang penasaran dengan jumlahnya.

Kabarnya, peraih medali perunggu Rp 1 miliar, medali perak Rp 2 miliar, dan medali emas Rp 5 miliar. Jika benar, maka jumlah itu terbilang mengalami kenaikan dibandingkan Olimpiade 2016.

Sebelumnya, medali perak diberikan bonus Rp 400 dan Rp 200 juta. Khusus medali emas memang sudah pernah diganjar bonus Rp 5 miliar sebagaimana yang didapat Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Belakangan, kabar itu dibantah oleh Menpora Zainudin Amali. Pemerintah saat ini masih merapatkan besaran yang akan mereka keluarkan sebagai penghargaan atas prestasi yang ditorehkan oleh atlet-atlet Kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

"Jujur sih penasaran, atlet sudah berprestasi jadi apresiasi (bonus) itu nilai plus tambahan," kata Anthony Ginting soal bonus, dalam sesi keterangan pers virtual yang digelar NOC Indonesia, Jumat (6/8/2021).

"Jadi saya bersyukur karena cukup banyak apresiasi pemerintah untuk kita sebagai atlet jadi bersyukur juga buat setiap apresiasi yang diberikan," ujar Ginting yang meraih medali perak.

Senada dengan Ginting, lifter Rahmat Abdullah juga menantikan kepastian bonus dari pemerintah. Rahmat Abdullah juga meraih medali perunggu seperti Ginting.

"Sebenarnya saya ingin tahu, tapi saya tetap bersyukur. Bisa dapat medali saja sudah senang banget, karena itu jadi kebanggaan buat orang tua. Bonusnya belum kepikiran buat apa, ditabung saja. Kalau ada keperluan tiba-tiba baru dipakai," ujar Rahmat.

Sementara yang lain memilih bersikap santai terhadap besaran bonus yang akan mereka dapatkan. Berapa pun akan mereka terima dengan senang hati atas perhatian yang diberikan pemerintah.

"Yang pasti harus ditabung. disisihkan buat keluarga juga. Jadi ya nanti ada disisihkan buat usaha tapi masih dipikirkan," ucap Eko Yuli Iriawan.

"Kurang lebih sama kaya kak Ginting, kita sebagai pebulutangkis ada batasan umur, kita tabung dari apa yang sudah didapat. Ada keinginan uangnya diputar," kata Apriyani Rahayu, partner Greysia Polii di sektor ganda putri, soal bonus Olimpiade Tokyo 2020.

(krs/cas)