Tanpa Atlet, Afghanistan Cuma Kibarkan Bendera di Paralimpiade Tokyo 2020

Yanu Arifin - Sport
Rabu, 25 Agu 2021 12:58 WIB
TOKYO, JAPAN - AUGUST 24: A volunteer holds the flag of Afghanistan in the parade of athletes during the opening ceremony of the Tokyo 2020 Paralympic Games at the Olympic Stadium on August 24, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Alex Pantling/Getty Images)
Foto: Getty Images/Alex Pantling
Tokyo -

Afghanistan tak bisa mengirim perwakilannya ke ajang Paralimpiade Tokyo 2020. Meski begitu, benderanya tetap berkibar sebagai bentuk penghormatan.

Paralimpiade Tokyo 2020 resmi dibuka pada Selasa (24/8/2021) waktu setempat. Upacara pembukanya berjalan meriah.

Dalam sesi tersebut, terlihat bendera Afghanistan berkibar meski tak ada atletnya, melainkan oleh para relawan. Hal itu terjadi karena Afghanistan memang tak bisa mengirim atletnya ke Jepang.

Di Paralimpiade Tokyo 2020, Afghanistan sebenarnya mengirim dua atlet. Masing-masing adalah Zakia Khudadadi dari cabang Taekwondo, dan Hossain Rasouli atlet lempar cakram. Keduanya tak bisa berangkat ke Tokyo karena terjebak di negaranya.

Hal itu karena Afghanistan kini kembali dikuasai Taliban, sejak akhir pekan lalu. Rezim Taliban sendiri punya aturan ketat.

Wanita dilarang bekerja, dan bisa dibunuh jika tidak mengenakan Burqa. Bahkan ada laporan pejuang Taliban mendatangi rumah satu per satu untuk mencari jurnalis perempuan dan keluarganya, yang membantu Amerika Serikat dan sekutunya selama pendudukan dua dekade lalu.

Setelah pendudukan Taliban itu, maka kedua atlet Afghanistan itu terjebak di negaranya sendiri dan urung berpartisipasi di Paralimpiade Tokyo 2020. Hal itu dikonfirmasi langsung International Paralympic Committe (IPC).

"Sayangnya NPC (Komite Paralimpik Nasional) Afghanistan tidak akan lagi berpartisipasi dalam Paralimpiade Tokyo 2020," kata juru bicara IPC Craig Spence, dilansir Fox Sports.

"Karena situasi serius yang sedang berlangsung di negara ini, semua bandara ditutup dan tidak ada cara bagi mereka untuk melakukan perjalanan ke Tokyo," jelasnya.

Presiden Komite Paralimpiade Internasional, Andrew Parsons, mengungkapkan penghormatan yang menyentuh pada hari Senin. Ia mengatakan bahwa semangat atlet Afghanistan tetap akan berada di Tokyo.

"Kami akan menyertakan bendera Afghanistan dalam upacara sebagai tanda solidaritas. Penting untuk digarisbawahi karena ini adalah pesan solidaritas dan perdamaian yang kami kirimkan ke dunia," kata Parsons.

"Kami ingin memiliki mereka di sini, sayangnya itu tidak mungkin, tetapi mereka akan berada di sini dengan semangat," ujarnya.

Paralimpiade Tokyo 2020 sendiri diikuti 163 negara dengan total 4,537 atlet. Ajang itu akan digelar mulai 24 Agustus sampai 5 September mendatang.

Lihat juga video 'Sekjen PBB Kutuk Serangan Bom Bunuh Diri di Luar Bandara Kabul':

[Gambas:Video 20detik]



(yna/krs)