Profil Ni Nengah, Peraih Medali Pertama RI di Paralimpiade Tokyo 2020

Mohammad Resha Pratama - Sport
Kamis, 26 Agu 2021 15:37 WIB
Indonesias Ni Nengah Widiasih prepares to lift during womens 41kg powerlifting final at the Tokyo 2020 Paralympic Games, Thursday, Aug. 26, 2021, in Tokyo, Japan. Widiasih won a silver medal in the event. (AP Photo/Kiichiro Sato)
Ni Nngah Widiasih meraih medali perak di Paralimpiade Tokyo 2020 (AP/Kiichiro Sato)
Tokyo -

Ni Nengah Widiasih mengharumkan nama Indonesia di ajang Paralimpiade Tokyo 2020. Dia mempersembahkan medali pertama Merah-Putih di sana. Berikut profilnya.

Ni Nengah turun di cabor powerlifting kelas 41 KG yang dihelat di Tokyo International Forum, Kamis (26/8/2021) siang WIB. Ni Nengah butuh tiga kali angkatan untuk mencatatkan angkatan 98 kg.

Angkatan itu akhirnya cukup mengantarkan Ni Nengah untuk meraih medali perak sekaligus yang pertama untuk Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020. Medali emas diraih atlet China Guo Lingling yang mencatatkan angkatan 108 kg.

Bagi Ni Nengah, ini adalah peningkatan prestasi dari yang didapatnya di Paralimpiade Rio de Janeiro pada 2016. Saat itu Ni Nengah meraih medali perunggu.

Setidaknya medali perak ini membuktikan bahwa Ni Nengah memang selalu bisa diandalkan untuk mencatatkan prestasi di ajang internasional. Meski demikian, perjuangan Ni Nengah untuk sampai ke tahap ini tidaklah mudah.

Apalagi Ni Nengah Widiasih punya cerita tak mengenakkan di masa kecil sehingga dia ada dalam posisi saat ini. Wanita kelahiran Karangsem, Bali, 12 Desember 1992 itu mengalami penyakit polio yang membuatnya harus berada di kursi roda sejak umur 4 tahun.

Dia sempat kesulitan bergaul dengan teman-teman sebayanya saat itu karena kondisi fisik. Tapi, pelan namun pasti, Ni Nengah mulai bangkit dan momentumnya adalah ketika sering ikut sang kakak, I Gede Suantaka, yang juga seorang lifter berlatih.

Dari situ, Ni Nengah mulai jatuh cinta dengan angkat besi dan bahkan sudah jadi juara di Kejurnas Para-Angkat Berat saat duduk di bangku SMP. Padahal kala itu dia baru berlatih tiga bulan.

Setelah itu, Ni Nengah diajak masuk pelatnas paralimpiade di Solo yang mendapat dukungan penuh orangtuanya. Kariernya pun dibangun hingga akhirnya bisa tampil di ajang internasional dengan raihan medali perak Asian Para Games 2014 di Incheon, lalu medali perunggu Paralimpiade Rio 2016, dan menyumbang perak saat Indonesia jadi tuan rumah Asian Para Games 2018.

Di level Asia Tenggara, Ni Nengah meraih emas di ASEAN Para Games 2015 dan 2017. Pada 2014, dia berhasil meraih medali perunggu pada Kejuaraan Dunia di Dubai. Kini ia menambah torehannya dengan keberhasilan meraih medali pertama buat Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020.

Selamat buat Ni Nengah Widiasih!

(mrp/cas)