Sayonara Paralimpiade Tokyo 2020, Sampai Jumpa di Paris 2024

Randy Prasatya - Sport
Minggu, 05 Sep 2021 18:50 WIB
TOKYO, JAPAN - SEPTEMBER 05: The Paralympic Flame is seen during the Closing Ceremony on day 12 of the Tokyo 2020 Paralympic Games at Olympic Stadium on September 05, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Koki Nagahama/Getty Images)
Paralimpiade Tokyo 2022 telah resmi ditutup. (Foto: Getty Images/Koki Nagahama)
Tokyo -

Perhelatan Paralimpiade Tokyo 2020 telah resmi ditutup. Ajang ini bakal bergulir lagi pada 2024 di Paris, Prancis.

Closing ceremony atau upacara penutupan Paralimpiade Tokyo 2020 berlangsung di Olympic Stadium, Tokyo Japan, Minggu (5/9/2021) malam WIB. Acara ini tidak dibuka untuk umum, sama seperti saat upacara pembukaan pada 24 Agustus 2021.

Tari-tarian menjadi dan parade bendera menjadi salah satu agenda acara ini. Ada pula menyanyikan lagu kebangsaan Jepang di awal-awal parade.

Bendera Paralimpiade turut disajikan dengan diteruskan ke Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, kepada Presiden IPC Andrew Parsons yang kemudian menyerahkan bendera tersebut kepada Walikota Paris Anne Hidalgo.

TOKYO, JAPAN - SEPTEMBER 05: The national flag of Japan is carried into the stadium by Tomoki Sato, Minobe Kasuyazu, Miyuki Yamada, Yamamoto Keiko, Motoki Iwakiri, Koike Sakura during the Closing Ceremony on day 12 of the Tokyo 2020 Paralympic Games at Olympic Stadium on September 05, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Alex Pantling/Getty Images)Foto: Getty Images/Alex Pantling

China menjadi juara umum di Paralimpiade Tokyo 2020. Secara total, China meraih 207 medali dengan rincian 96 enam, 60 perak, dan 51 perunggu. Britania Raya ada di posisi kedua dengan 124 medali, yang terdiri dari 41 emas, 38 perak, dan 45 perunggu.

Jepang duduk di posisi ke-11 dengan 13 medali emas, 15 perak, dan 23 perunggu. Indonesia duduk di posisi ke-43 dengan mengoleksi dua emas, tiga perak, dan empat perunggu.

Medali emas Indonesia semuanya dipersembahkan lewat cabang bulutangkis. Pertama lewat Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah di sektor ganda putri dan Hary Susanto/Leani Ratri Oktila di ganda campuran.

TOKYO, JAPAN - SEPTEMBER 05: A general view as the flag bearers of the competing nations enter the stadium during the Closing Ceremony on day 12 of the Tokyo 2020 Paralympic Games at Olympic Stadium on September 05, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Alex Pantling/Getty Images)Sayonara Paralimpiade Tokyo 2020, Sampai Jumpa di Paris 2024 Foto: Getty Images/Alex Pantling

Medali perak pertama kali persembahkan oleh Ni Nengah Widiasih dari cabang angkat berat. Itu sekaligus menjadi medali pertama yang didapatkan Indonesia pada ajang Paralimpiade Tokyo 2020.

Cabang bulutangkis kemudian menyusul dengan menyumbang dua medal perak. Adalah Dheva Anrimusthi dari sektor tunggal putra dan Leani Ratri Oktila di tunggal putri yang mempersembahkan perak.

Saptoyoga Purnomo menjadi atlet dari cabang atletik yang mempersembahkan medal perunggu di nomor lari 100 meter. David Jacobs dari tunggal putra tenis meja juga ikut menyumbang medal perunggu.

Bulutangkis juga ikut menyumbang medali perunggu. Ada dua perunggu yang disumbangkan oleh Suryo Nugroho di tunggal putra SU5 dan Fredy Setiawan di tunggal putra SL4.



Simak Video "Momen Video Call Jokowi Bersama Peraih Medali Emas Paralimpiade Tokyo"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/aff)