BAORI Diminta Tak Bela Pengprov PBFI Jatim

Randy Prasatya - Sport
Senin, 20 Sep 2021 01:28 WIB
PP PBFI
Foto: Istimewa
Jakarta -

Badan Arbitrasi Olahraga Republik Indonesia (BAORI) tidak punya kewenangan memutuskan permohonan penyelesaian sengketa yang dimohonkan Raja Siahaan terhadap Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Binaraga Fitness Indonesia (PP PBFI), Irwan Alwi. PP PBFI tidak pernah mengeluarkan Surat Keputusan yang mengesahkan Raja Siahaan sebagai Ketua Pengprov PBFI Jawa Timur.

"BAORI itu tugasnya menyelesaikan konflik dualisme organisasi dan ketidaksepahaman antaranggota. Itu jelas tercantum dalam Bab 8 pasal 41 Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI. Jadi, saya sarankan BAORI tidak memutuskan permohonan sengketa Pengprov PBFI Jatim yang tidak sah aturan yang bertentangan dengan AD/ART PBFI," kata Ketua Bidang Hukum PP PBFI yang juga kuasa hukum, Umbu R Samapaty SH di Jakarta, Minggu (19/9/2021).

"Dalam AD/ART PBFI jelas Musprov PBFI harus mendapat persetujuan dari PP PBFI dan juga diatur pimpinan Pengprov PBFI tidak boleh rangkap jabatan di induk organisasi lain. Dari hasil penelusuran kami Raja Siahaan itu ada dalam kepengurusan Pengprov PABSI Jatim dan Pengprov PABERSI Jatim," tambah pemilik Law firm Umbu R Samapaty & Partners.

Selain mengacu pada AD/ART PBFI, kata Umbu R Samapaty yang juga putra mantan pengurus KONI Pusat, almarhum Umbu Samapaty, BAORI juga harus melihat sejarah awal berdirinya PP PBFI karena terjadinya pemisahan organisasi angkat besi, angkat berat dan binaraga.

Tadinya, ketiga cabang olahraga itu tergabung dalam Persatuan Angkat Besi, Berat dan Binaraga (PB PABBSI). Namun, ketiga cabang ini terpisah karena mengikuti induk organisasi internasional yang telah berpisah.

Angkat besi dengan nama organisasinya Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) dipimpin Rosan P Roeslani menginduk ke International Weighligting Federation (IWF). PBFI pimpinan Irwan Alwi menginduk kepada International Federation of Bodybuilding and Fitness (IFBB), dan PABERSI pimpinan Lisa berada di bawah internation Powerlifting Federation (IPF).

"Yang pasti, PP PBFI sudah mensahkan Kurniawan sebagai Ketua Pengprov PBFI Jawa Timur melalui Musyawarah Provinsi PBFI Jawa Timur. Sebaiknya, BAORI tidak lagi memberikan tempat terhadap Pengprov PBFI yang jelas tidak sah," tegasnya.

Secara terpisah, Ketua Umum PP PBFI, Irwan Alwi menunjukkan keberpihakannya terhadap atlet Jawa Timur dengan tetap mengizinkannya tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua yang akan digelar di Auditorium Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua, 2 Oktober mendatang.

"Atlet binaraga Jawa Timur yang sudah lolos babak kualifikasi tetap punya hak untuk tampil di PON XX Papua. Sebab, PP PBFI punya prinsip mengutamakan kepentingan atlet. Biarlah gugatan di BAORI itu ditangani kuasa hukum kita," tegasnya.



Simak Video "Balapan Pemungkas Rossi di Italia: Start Paling Buncit, Finis Ke-10"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/mrp)