Jokowi Perintahkan Menpora Bangun Training Camp untuk Atlet Difabel

Nurcholis Maarif - Sport
Senin, 20 Sep 2021 10:30 WIB
Menpora
Foto: Kemenpora
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali untuk membangun training camp berfasilitas lengkap yang dilengkapi dengan sport science sebagai pusat latihan para atlet difabel. Selain training camp, juga akan dibangun sentra-sentra olahraga di 10 provinsi seluruh Indonesia.

Hal ini sejalan dengan adanya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang telah disusun Kemenpora bersama stakeholder terkait sebagai pedoman dalam melakukan pembinaan atlet prestasi secara sistematis dan berkelanjutan.

"Pak presiden kemarin sudah memerintahkan kepada saya langsung ketika beliau memberikan apresiasi (kepada para atlet)," ujar dia dalam keterangan tertulis, Senin (20/9/2021).

"Jadi pak presiden, pak Jokowi memberi arahan dan perintah kepada saya untuk segera membangun training camp atau pemusatan latihan buat atlet-atlet paragames kita atau atlet difabel kita dengan fasilitas yang lengkap," imbuhnya.

Saat menjadi narasumber dalam program spesial bertajuk 'Tribute to Paralimpians' di salah satu stasiun tv Sabtu (18/9) malam, Amali mengatakan langkah tersebut sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah sekaligus untuk memberikan posisi dan fasilitas yang sama antara atlet olimpiade dan paralimpiade atau atlet nondifabel dengan atlet difabel.

"Sekarang dalam Desain Besar Olahraga Nasional, kita memberi tempat yang sama, yang setara antara atlet olimpiade dan atlet paralimpiade," ujar Amali.

Diungkapkannya, berdasarkan pengakuan para atlet, pelatih dan pengurus NPC Indonesia pada periode sebelum-sebelumnya, atlet difabel seolah tidak diperhatikan bahkan ditelantarkan dan tidak mendapat tempat yang sama dengan atlet nondifabel.

"Mereka (atlet difabel) benar-benar merasakan perhatian pemerintah menyetarakan posisi difabel. Itu akan membangkitkan semangat dari atlet yang sekarang belum terekrut (calon atlet difabel)," ujarnya.

Amali yakin dengan adanya DBON sebagai panduan prestasi olahraga dan dibangunnya sentra-sentra olahraga maka pencarian dan pembinaan talenta atlet nondifabel akan lebih mudah dan tidak kesulitan seperti saat ini. Bila kerja sama antar stakeholder berjalan dengan baik dan pemerintah terus memberikan perhatian kepada para atlet difabel, ia yakin hal tersebut akan membangkitkan semangat mereka untuk berkarir menjadi atlet.

"Kalau ini jalan (DBON), Perpresnya jalan, seluruh kementerian, lembaga mendukung, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten kota mendukung. Saya optimis target tercapai, yang penting kita konsisten dan fokus terhadap apa yang tertuang di dalam Desain Besar Olahraga Nasional," harapnya.

"Saya meyakini kalau seperti ini perhatian kita orang akan berbondong-bondong untuk menjadi atlet difabel kita karena selama ini mereka memandang bahwa mereka berada di pinggir-pinggir tidak pernah diurus secara serius seperti sekarang," jelasnya.

Turut hadir sebagai narasumber dalam acara ini atlet paralimpiade peraih medali Paralimpiade Tokyo 2020, yaitu Leani Ratri Oktila, Dheva Anrimusthi, David Jacobs, Sapto Yogo Purnomo, Hary Susanto, dan pelatih cabang olahraga parabulutangkis, Sapta Kunta Purnama.

Sebelumnya, Jokowi juga memberikan apresiasi dan pujian atas torehan prestasi yang ditorehkan atlet kotingen Indonesia pada Paralimpiade Tokyo 2020. Menurut Jokowi, prestasi yang diraih para atlet difabel tersebut membanggakan bangsa dan negara.

Jokowi menilai adanya peningkatan prestasi dengan perolehan 9 medali dibandingkan Olimpiade di Rio de Jeneiro 2016 lalu yang hanya mendapatkan 1 medali merupakan sebuah lompatan yang luar biasa. Atas prestasi tersebut, pemerintah memberikan penghargaan berupa bonus kepada para atlet baik yang meraih medali maupun tidak. Termasuk juga pelatih dan ofisial.

(ncm/ega)