Cegah Penularan COVID-19, Kontingen PON Diminta Bawa Alat Minum Sendiri

Mercy Raya - Sport
Kamis, 23 Sep 2021 16:27 WIB
Wakil Ketua KONI Suwarno memberikan keterangan pers saat menghadiri acara saresehan bertajuk
Ketua Panwasrah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Suwarno mengatakan setiap peserta kontingen diminta untuk membawa alat minumnya sendiri. (Foto: detikcom/Rengga Sancaya)
Jakarta -

Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Suwarno mengatakan setiap peserta kontingen membawa alat minumnya sendiri.

Menurutnya, hal itu penting dilakukan sebagai langkah melindungi diri di tengah pandemi COVID-19 sebelum berangkat ke Papua.

"Jangan nanti terjadi pinjam meminjam perlengkapan individu dari atlet maupun ofisial sehingga mereka semua untuk mempersiapkan semuanya demi memproteksi dirinya masing-masing sebelum berangkat ke Papua," kata Suwarno dalam diskusi 10 hari menuju PON 'Selamat Bertanding, Junjung Sportivitas' melalui Youtube, Kamis (24/9/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum KONI Pusat ini, juga menekankan pentingnya kesadaran masing-masing dalam memecahkan permasalahan wabah virus Corona. Meksipun atlet maupun ofisial sebelum terbang ke Bumi Cendrawasih telah mendapatkan vaksinasi dua kali dan menjalani tes kesehatan yang ketat.

"Jangan sampai karena kecerobohannya begitu sampai di hari H pertandingan, mereka malah tidak bisa bertanding," ujarnya. Di sisi lain, pihaknya juga terus berupaya untuk menerapkan protokol kesehatan sebaik mungkin. Salah satunya, penerapan tes swab antigen khususnya bagi cabang olahraga body contact sebelum mulai bertanding. "Seperti gulat, judo, dan cabor lainnya sejenis. Sebelum bertanding mereka akan dilakukan tes lebih dulu. Jadi sangat ketat sekali," dia menambahkan.

"Apabila ditemukan informasi bahwa ada atlet atau ofisial yang ada indikasi suhu badan tidak bagus atau keluhan-keluhan yang berkaitan dengan sakit maka akan segera dilakukan tes antigen. Jika tidak reaktif maka tak ada masalah, mungkin ada penyakit lain yang perlu pengobatan tapi tak ada hubungan dengan COVID-19."

"Tapi kalau seandainya ada indikasi setelah antigen, maka akan dilakukan tes PCR. Jika hasilnya positif maka dengan sendirinya akan dipisahkan dari lingkunganya dan dilakukan tracing kepada rekan-rekannya, kemudian yang bersangkutan kemudian diisolasi. Itu lah yang terus kami tekankan agar mereka mampu menjaga diri sendiri," Suwarno menegaskan.

Menyoal kehadiran penonton di setiap venue PON Papua, Suwarno menekankan semua bergantung pada perkembangan COVID-19. Pemerintah Pusat sebelumnya mensyaratkan pelaksanaan vaksinasi di sekitar venue dan akomodasi di tempat-tempat klaster harus mencapai 70 persen dari jumlah penduduk yang ada. Namun dalam perkembangannya baru mencapai 60 persen.

"Hasil terakhir kemarin baru sekitar 60 persen. Jumlah itu dalam perkembangan ke depannya tak akan mudah khususnya masyarakat yang jauh dari jangkauan, misalnya pegunungan dan lain sebagainya, meskipun masuk Kabupaten Jayapura, Merauke, Mimika," ujarnya.

Pihaknya juga sekaligus memperjelas kapasitas 25 persen penonton di setiap venue. Menurutnya, tak semuanya penonton murni tapi ditambah dengan atlet dan ofisial yang berada di sekitar venue, baik indoor maupun outdoor. "Jadi tak mutlak 25 persen hanya penonton. Atlet maupun ofisial yang ada di sana juga dihitung."

"Kami akan terus melihat dinamika di lapangan. Artinya, setiap penonton yang masuk harus sudah divaksin dan melalui pengecekan kesehatan seperti suhu badan. Jangan sampai yang sakit masuk venue. Bahkan, tadi malam disarankan bahwa ada tes sampling antigen bagi para penonton yang akan masuk," kata Suwarno.

PON Papua tahun ini digelar 2 sampai 15 Oktober. Meskipun baru akan dimulai awal bulan depan, sejumlah kontingen cabang olahraga PON Papua sudah memulai pertandingannya. Sebut saja sofbol dan bisbol. Sofbol putra yang menyajikan tim Lampung dan Sulawesi Tenggara ini dihelat di Stadion Softball Agus Kafiar Universitas Cenderawasih Kota Jayapura pada Rabu (23/9/2021).



Simak Video "Berkah PON XX, Potensi Pariwisata Papua Kini Mulai Terpetakan"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)