Agus Prayogo Ungkap Tantangan Lomba di PON Papua

Mercy Raya - Sport
Kamis, 23 Sep 2021 18:45 WIB
Agus Prayogo
Foto: Rifkianto Nugroho/detikSport
Jakarta -

Pelari senior jarak jauh Agus Prayogo mengatakan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua memiliki tantangan berbeda dari ajang sebelumnya. Salah satunya cuaca.

Lomba cabang Atletik akan disajikan di Mimika Sports Centre, mulai 5 Oktober mendatang. Agus menjadi salah satu pelari yang akan bersaing memperebutkan medali mewakili Jawa Barat.

Agus bakal tampil di tiga nomor lomba yaitu 5000 meter, 10000 meter, dan maraton. Dari ketiganya, Agus tercatat sebagai juara bertahan setelah meraih tiga emas pada PON Jawa Barat 2016.

Agus berharap bisa mengulang kesuksesan yang sama, terlebih dua di antara nomor tersebut ia merupakan pemegang rekor catatan waktu. Agus mencatatkan waktu terbaik 14 menit 04.29 detik di Guangzhou 2010. Sedangkan di nomor 10000 meter, ia membukukan waktu 29 menit 15.77 detik di Asian Games 2010.

"Pada PON terakhir 2016 saya sumbang tiga medali emas, nah mudah-mudahan bisa mempertahankan itu. Itu dulu saja. Kalau soal rekor dan lain sebagainya nomor sekian lah," kata Agus kepada detikSport, Kamis (23/9/2021).

Bukan tanpa alasan peraih medali emas SEA Games 2019 Filipina ini mengatakan demikian. Menurut Agus Prayogo, cuaca di Mimika lokasi ia berlomba pada PON Papua kurang bersahabat.

"Dari pengalaman saya, kebetulan pernah ke Mimika juga diundang untuk uji lintasan pada 2019, tantangan lebih ke cuaca. Di sana cuacanya tak menentu, di saat panas bisa panas sekali. Tapi pada waktu tertentu bisa mendung dan hujan," dia menjelaskan.

"Tapi jika kondisi di sana cuaca bersahabat ya tidak tertutup kemungkinan," imbuhnya.

Tantangan lainnya, berkaitan dengan kondisi tribune yang dibuat terpisah sehingga memengaruhi kondisi angin ketika atlet berlari.

"Jadi tribunenya dua terpisah (Timur-Barat). Dalam arti tidak mengelilingi trek, tidak nyambung. Itu kan menjadi salah satu tantangan tersendiri buat atlet, apalagi nomor-nomor lari, kondisi itu sangat berpengaruh karena berkaitan dengan angin," kata Agus.

Meskipun begitu, Agus mengaku siap. Toh, dia masih ada waktu sepekan untuk beradaptasi dengan lintasan lari di Papua. Tim kontingen Jawa Barat sendiri rencananya terbang ke Papua pada 29 September mendatang.

Agus Prayogo juga tak khawatir kendati menjalani lomba PON Papua dalam kondisi pandemi COVID-19. "Saya tipikal yang tak terlalu khawatir dengan Corona, tapi tak terlalu berani juga. Take it easy saja. Tetap ikuti protokol kesehatan dan waspada. Jangan terlalu takut juga nanti di sana tidak bisa melakukan apa-apa. Mau lari takut, pemanasan takut, malah jadi bumerang sendiri," atlet berusia 36 tahun ini menegaskan.

(mcy/krs)