Kisah Anak Penjual Tahu Keliling Sukses Raih Emas PON Papua

Yuda Febrian Silitonga - Sport
Sabtu, 02 Okt 2021 19:31 WIB
Anggun Nurajijah (berkerudung dan berseragam hitam) bersama dengan para atlet peraih medali.
Anggun Nurajijah (berkerudung dan berseragam hitam) bersama dengan para atlet peraih medali. Foto: dok. Anggun Nurajijah
Jakarta -

Anggun Nurajijah adalah salah satu atlet peraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Anak penjual tahu keliling itu punya kisah inspiratif berisikan perjuangannya meraih prestasi dan membanggakan orang tua.

Anggun adalah atlet putri di cabang Judo, yang sudah berhasil menjadi salah satu penyumbang medali emas buat kontingen Jawa Barat.

"Pertama kali kenal Judo waktu kelas 5 SD. Berawal dari ikut teman main dan semakin lama menekuni olahraga bela diri Judo ini, saya jadi makin tertarik dan ingin terus berlatih judo," kata Anggun saat dihubungi detikSport melalui WhatsApp, Sabtu (2/10/2021).

Alumni SMA Negeri 4 Karawang ini lantas mengaku suka Judo karena banyak makna filosofis tentang sikap diri dan disiplin, selain menguatkan fisik dan mental.

"Alasan saya suka Judo, karena olahraga beladiri ini menyenangkan, tidak hanya belajar ilmu beladiri tapi juga banyak manfaatnya seperti belajar disiplin, sikap diri, bertanggungjawab, sportivitas, menguatkan jasmani, atau fisik dan mental," terang atlet yang tinggal di Kampung Babakan Tengah, Kecamatan Karawang Timur ini.

Dari ketertarikan tersebut, Anggun mulai serius menekuni Judo hingga kemudian daftar ke Padepokan Judo Taruna Karawang. Dari padepokan Judo itulah, Anggun meraih banyak prestasi.

"Alhamdulillah bisa berprestasi di mulai dari tingkat kabupaten, provinsi bahkan saat ini bisa meraih medali emas pada PON Papua, kalau prestasi yang pernah diraih, pertama itu juara 2 PORDA Bekasi tahun 2014, juara 1 POPNAS Bandung tahun 2015, juara 3 PON tahun 2016, juara 1 PORDA Kabupaten Bogor tahun 2018, juara 1 POMNAS Jakarta tahun 2020, dan saat ini juara 1 PON Papua," bebernya.

Anggun menjelaskan kembali, prestasi yang diraihnya didapatkan dengan proses yang begitu keras. "Saya setiap hari latihan sampai 3 kali, pagi, siang dan sore untuk menguatkan fisik dan mental, kecuali hari Minggu."

Dibalik kerja keras dan usaha gigih itu tentunya ada pula doa dan restu orang tua. "Dan saya suka minta doa ke orang tua kalau mau bertanding, dan minta restu untuk mendapat kemenangan."

Kerja keras Anggun kini mulai berbuah. Dari prestasinya di dunia olahraga, Anggun bisa mewujudkan keinginannya menaikkan derajat kedua orang tuanya.

"Alhamdulillah sedikit demi sedikit saya bisa bangun rumah buat kedua orang tua, meski si bapak masih keliling berjualan tahu kuning," ungkapnya.

Anggun juga menuturkan bahwa suami, kedua orang tua, dan kerabat mendukung penuh Anggun untuk terus bertanding dalam berbagai kompetisi Judo. "Semua sangat mendukung, dari suami, kedua orang tua, teman-teman dan para guru untuk terus bertanding dan merebut kemenangan," kata perempuan yang baru menikah ini.

Di sisi lain, Anggun juga masih punya harapan terkait sokongan lebih terhadap atlet-atlet seperti dirinya, terutama yang sudah berjuang berkiprah membawa nama daerah.

"Selama ini merasa kurang diperhatikan pemerintah, khususnya atlet di daerah-daerah, meski mereka telah membawa nama harus provinsi," tandasnya.

(krs/nds)