PON Papua: Cabor Paralayang Raih Rekor MURI, NTB Raih Emas Kedua

Angga Laraspati - Sport
Rabu, 06 Okt 2021 16:24 WIB
Sejumlah atlet paralayang beraksi saat mengikuti pertandingan paralayang nomor lintas alam tandem PON Papua di Jayapura, Papua, Selasa (5/10/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/tom.
Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Jakarta -

Pada lanjutan PON XX Papua, cabang olahraga paralayang mencatatkan rekor MURI pada nomor tandem lintas alam. Tandem lintas alam tersebut diikuti sebanyak 22 parasut atau 44 orang.

Adapun rekor yang diraih adalah terbang parasut tandem terbanyak yang dilakukan di Bukit Kampung Buton Skyline, Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. Ketua Paralayang Indonesia Wahyu Yudha mengatakan rekor terbang parasut tandem XC ini belum pernah ada sebelumnya dan dicatatkan di tanah Papua.

"Di saat pelaksanaan lomba paralayang PON Papua, nomor tandem lintas alam, kami sekaligus mencatatkan rekor MURI dengan terbang parasut paralayang tandem terbanyak, sejumlah 22 parasut atau 44 atlet," kata Wahyu dilansir dari laman resmi Kemenpora, Rabu (6/10/2021).

Sementara itu, Cabang olahraga Wushu telah menyelesaikan semua pertandingannya pada Minggu (3/10). Hasilnya, provinsi Jawa Timur keluar sebagai juara umum cabang olahraga wushu dengan membawa pulang enam medali emas, empat perak dan lima perunggu.

DKI Jakarta dan Sumatera Utara menyusul di peringkat dua dan tiga dengan sama-sama mengoleksi lima emas dan lima perak. Namun, tim ibu kota memiliki delapan perunggu ketimbang lima yang dimiliki Sumut.

Dari cabang olahraga atletik, atlet asal NTB Sapwaturrahman berhasil menyumbangkan medali emas kedua untuk kontingen NTB usai menang pada nomor lompat jauh putra. Sapwaturrahman tampil dengan lompatan sejauh 7.58 meter dan mengalahkan atlet dari Sumatera Utara dan Bangka Belitung. Namun demikian, pencapaian tersebut tidak bisa memecahkan rekor nasional yang dicetaknya sendiri di tahun 2018 dengan lompatan sejauh 8.09 meter.

PON XX juga sudah memulai cabang olahraga bulutangkis yang baru dilaksanakan kemarin, Selasa (5/10). Hari pertama pertandingan bulutangkis bakal dibuka dengan babak penyisihan nomor beregu putra dan putri. Laga pertama akan ada pertandingan beregu putra antara Jawa Barat melawan Papua.

Ada 12 tim pada nomor beregu putra dan putri yang dibagi ke dalam empat pool. Pertandingan akan menggunakan sistem setengah kompetisi dari masing-masing pool, dan hanya juara grup yang berhak melaju ke semifinal.

Pertandingan nomor beregu akan berlangsung pada 5-9 Oktober, sedangkan nomor perorangan pada 10-13 Oktober.

Di sisi lain, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menilai cabang olahraga panjat tebing di PON XX Papua kali ini menjadi modal penting untuk persiapan menuju Olimpiade Paris 2024.

Amali melihat cabor panjat tebing adalah salah satu cabor yang masuk prioritas dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Dirinya pun senang panjat tebing pada PON XX kali ini dijadikan pencarian atlet muda berpotensi sebagai persiapan menuju olimpiade Paris 2024.

"Saya tadi melihat langsung bagaimana para atlet panjat tebing Indonesia benar-benar bersemangat dalam bertanding, bahkan di PON ini banyak atlet pelatnas yang ikut bermain. Saya rasa ajang ini sebagai persiapan menuju Olimpiade Paris 2024 nanti," kata Amali.



Simak Video "BMKG Bakal Sajikan Informasi Cuaca Terkini Selama PON XX Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)