Venue Bekas PON Tak Semua Terbengkalai, Ada Lo yang Dirawat

Mercy Raya - Sport
Rabu, 06 Okt 2021 18:15 WIB
Persib Bandung kembali latihan di Stadion Arcamanik, Jalan Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (16/1/2019).
SOR Arcamanik sedang dipakai latihan Persib Bandung. (Foto: detikcom/Mukhlis Dinillah)
Bandung -

Venue-venue bekas Pekan Olahraga Nasional (PON) tak semuanya terbengkalai. Faktanya, ada beberapa gelanggang olahraga yang dirawat bahkan manfaatnya sampai ke masyarakat sekitar.

Stadion olahraga SOR Arcamanik di Jawa barat, misalnya. Stadion yang sebelumnya digunakan sebagai tempat digulirkan sejumlah cabang olahraga PON 2016 Jawa Barat seperti voli pantai, bisbol, senam, ini tetap digunakan orang-orang di sekitar untuk berolahraga.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat Engkus Sutisna. Dia menyebut SOR Arcamanik bahkan sudah menelurkan sejumlah bintang-bintang olahraga.

Sebut saja Windy Cantika Aisah, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 cabang angkat besi. Dia merupakan alumni dari PPLP SOR Arcamanik.

"Saat ini kami punya PPLP dan sekarang kami gunakan secara efektif untuk 13 cabor. Alhamdulillah produk-produk kami sudah menghasilkan atlet-atlet berprestasi seperti Windy Cantika Aisah (angkat besi). Itu merupakan alumni PPLP kami," kata Engkus dalam perbincangan dengan detikSport.

"Kemudian sekarang para peraih medali emas dayung yang sekarang sedang berlaga di Papua (PON 2021)," ujarnya.

Engkus tak menepis ada beberapa venue bekas PON di daerah lain yang akhirnya tak terawat bahkan cenderung terbengkalai. Tapi itu tak semata-mata karena tidak ada yang merawat, melainkan minimnya popularitas olahraga di tengah-tengah masyarakat daerah tersebut.

"Ya, ada eks-eks PON di tempat lain, karena tak populer di masyarakat setempat untuk cabang olahraga tertentu katakan lah jadi sarang burung walet, terbengkalai, tapi sekali lagi untuk Jawa Barat semua bisa dimanfaatkan dan terpelihara hanya pengembangannya oleh pemkot setempat," dia menjelaskan.

"Kalaupun (di Jawa Barat) ada stadion-stadion terbengkalai mungkin karena keterkaitan barangkali minimnya alokasi anggaran dari kabupaten kota untuk pemeliharaan di sana. Apalagi dengan refocusing untuk penanganan COVID-19, ya di mana-mana, bukan hanya Jawa Barat, cenderung APBD kita lebih kepada upaya penanganan pandemi. Begitu pun untuk sarana prasarana fisik bukan berarti diabaikan tapi tentunya prioritasnya setelah prioritas penanganan COVID-19 dulu."

"Tapi sekali lagi untuk Jawa Barat semua bisa dimanfaatkan dan terpelihara hanya saja sistemnya menjadi pengembangan dari wilayah kabupaten kota setempat ya."

Tak hanya Sor Arcamanik, gelanggang olahraga Saparua, yang sebelumnya menjadi lokasi cabor judo, gulat, sepatu roda pada PON juga disebut cukup terpelihara. Saat ini Gor tersebut dirawat oleh pemerintah provinsi biro umum Setda.

"Di sana itu ada panjat tebing dan voli. Jadi saat ini dipelihara dan digunakan untuk oleh masyarakat. Cuma memang kecenderungan pada saat pandemi COVID-19 ini agak menurun karena memang tidak boleh olahraga. Saya lihat Saparua juga dipelihara lah. Intinya kalau kami simpulkan stadion-stadion di Jawa Barat ini bisa dipakai terus, baik untuk olahraga pembibitan dan prestasi, maupun olahraga masyarakat. Kalaupun ada hambatan ya karena COVID-19 saja," ujarnya.

"Di sisi lain, kami di Jawa Barat juga tidak terlalu repot mengajak masyarakat berolahraga karena itu sudah ada kebutuhan dari mereka sendiri sehingga fasilitas-fasilitas yang disiapkan pemerintah digunakan dengan baik," Engkus menambahkan.



Simak Video "Pesan Mahfud soal PON Papua ke Kemenpora: Jangan Kaku ke Warga Lokal"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)