Berawal dari Terapi Asma, Perenang Bandung Raih 3 Medali PON Papua

Yudha Maulana - Sport
Kamis, 07 Okt 2021 20:45 WIB
I Putu Ardhiya Satrio
Berawal dari Terapi Asma, Perenang Bandung Raih 3 Medali PON Papua (dok Istimewa)
Bandung -

Perenang I Putu Ardhiya Satrio meraih prestasi yang membanggakan bagi Jawa Barat di ajang PON XX 2021 Papua. Ia menyabet tiga medali masing-masing emas pada nomor selam kolam 200 meter surface, perak nomor selam 100 meter surface dan perunggu pada kelas estafet.

Putu menceritakan, di balik prestasinya tersebut ada suatu 'ketidaksengajaan'. Putu kecil divonis menderita asma oleh dokter, oleh karena itu sejak berusia dua tahun ia harus bolak-balik ke dokter untuk berobat.

Sampai akhirnya, saat usianya menginjak 4 tahunan, dokter menyarankannya untuk mengikuti terapi renang. Anjuran itu pun diikuti oleh orang tua Putu dengan mengajaknya berenang secara rutin.

"Selain karena masih kecil, waktu itu papah saya ngajak berenang biasa saja, hanya untuk kepentingan terapi," ujar Putu ketika dihubungi wartawan dari Bandung, Kamis (7/10/2021).

Lambat laun, putra dari perwira di Polda Jabar AKBP I Wayan Sukada ini mulai mencintai dunia renang.

"Waktu itu berenang jadi tambah sering, karena dilatih juga oleh guru sekolah," katanya.

Masuk ke dunia putih biru, akhirnya I Putu Ardhiya Satrio serius untuk menekuni olahraga renang dengan masuk klub di Bandung. Namun, ia hanya tiga tahun menimba ilmu di klub renang tersebut, pasalnya sang ayah memintanya fokus belajar akademis di bangku SMA.

"Orang tua meminta saya fokus untuk persiapan masuk perguruan tinggi," ucapnya.

Saran itu pun diikuti Putu meski harus melepaskan total latihan olahraga yang sudah membantu kesehatan fisiknya.

Kepatuhannya orang tua pun berbuah manis sehingga dirinya berhasil diterima FPOK UPI Bandung.

Di perkuliahan, ia bisa kembali menggeluti dunianya dengan mengikuti unit kegiatan mahasiswa aquatik. Sampai akhirnya, ia mendapatkan kesempatan untuk berlaga di ajang PON XX.

"Sebenarnya sudah latihan sejak awal 2020, sebelum Corona masuk. Namun sempat terhenti ketika Corona masuk," ujarnya.

Putu menyebut doa dan restu orang tua menjadi kunci keberhasilannya menorehkan prestasi di ajang PON, yang pertama kali ia ikuti.

"Berdoa, meminta restu dan dukungan orang tua, lalu berusaha berlatih semaksimal mungkin," ucapnya.

(yum/aff)