Foto Anak di Balik Sukses Sapwaturrahman Sabet Emas Kedua PON Papua

Femi Diah - Sport
Jumat, 08 Okt 2021 03:26 WIB
Sapwaturrahman atlet lompat jangkit asal Nusa Tenggara Barat berhasil meraih medali emas pada PON XX Papua 2021 di Stadion Atletik Mimika Sport Complex, Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (7/10/2021)

(Foto: PB PON XX PAPUA 2021/Peksi Cahyo)
Sapwaturrahman saat beradu lompat jangkit di PON XX/2021 Papua. (Foto: PB PON XX PAPUA 2021/Peksi Cahyo)
Mimika -

Saptawaturrahman meraih medali emas kedua di PON XX/2021 Papua lewat lompat jangkit. Kiriman foto anak memotivasi atlet Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Dalam pertandingan di Stadion Atletik, Mimika Sport Complex, Kamis (7/10/2021), Sapwa berhasil mencapai lompatan sejauh 15,48 meter. Catatan lompatan Sapwa menjadi yang terbaik di antara 10 atlet lainnya.

Medali perak menjadi milik Agung Wahyudi dari Jateng, dengan lompatan 15,23 meter. Sementara perunggu disabet Gorri dari Bangka Belitung, dengan catatan 15,13 meter.

Medali emas itu menjadi koleksi kedua Sapwa di PON XX/2021 Papua. Sebelumnya, Ia sudah mendapatkan emas dari lompat jauh.

Dua emas tersebut membuat Sapwa, sebagai pemilik rekor nasional, sedikit terhibur setelah tidak berhasil memecahkan rekor PON.

"Seharusnya ini kesempatan saya untuk melengkapi rekor, rekor nasional saya yang pegang, kalau ini juga berhasil bisa sempurna," kata Saptawaturrahman.

"Tetapi, di PON memang yang penting medali. Dan, saya sudah memastikan bisa mempersembahkan dua medali emas NTB," dia menambahkan.

Sapwa bilang ada motivasi lebih untuk mendapatkan dua emas itu. Foto anak adalah sumber semangatnya.

"Semangat bertambah makin besar setiap tampil di sini itu setelah ada kiriman foto anak di HP. Lihat lagi, semangat makin besar," dia menjelaskan.

Usai mendapatkan emas, Sapwa akan pulang kampung. Dia bakal membawa anak dan istri ke Sumbawa.

"Setelah ini pulang. Saat ini saya dan keluarga tinggal di Tangerang. Kebetulan, baru punya baby, baru satu bulan. Saya mau boyong ke rumah saya di Lombok. Mau pindah ke Lombok," kata Sapwa.

"Lagipula, sudah tidak ada turnamen tersisa tahun ini, sudah habis. Nunggu program dari pelatih untuk tahun depan," Saptawaturrahman menjelaskan.

(fem/yna)