Menpora Wanti-wanti Atlet hingga Penonton PON Papua Disiplin Prokes

Khoirul Anam - Sport
Jumat, 08 Okt 2021 13:39 WIB
Menpora Wanti-wanti Atlet hingga Penonton PON Papua Disiplin Prokes
Foto: Dok. Kemenpora
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mewanti-wanti kepada semua pihak, baik atlet, panitia, keamanan hingga penonton, untuk tidak melepas masker dan tetap melakukan protokol kesehatan. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penularan pandemi selama perhelatan olahraga.

"Yang penting jangan lepas masker karena suasana saat ini masih pandemi," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (8/10/2021). Hal ini diungkapkan saat kunjungannya ke venue angkat besi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang berlangsung di Auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen) kemarin.

Menurutnya, gelaran PON XX Papua bisa dikatakan istimewa karena berlangsung di masa pandemi, sehingga terdapat beberapa atlet yang dinyatakan positif COVID-19 usai bertanding. Meski demikian, Amali mengatakan kondisi itu langsung ditanggapi dengan meminimalisir dampak kepada yang lain.

"Menghelat multi event di tengah pandemi ini dengan seolah-olah tidak terjadi apa-apa atau dalam keadaan normal, kemudian berpikir tidak akan muncul kasus COVID-19, itu tidak mungkin. Tapi bagaimana cara kita mengatasi itu yakni meminimalisir. Salah satunya adalah melakukan protokol kesehatan yang ketat, jangan kendor, dan kita tracing," ucapnya.

"Dari laporan Panwasrah kepada saya, kebanyakan atlet yang terkena, sementara mereka ini kan masuk dalam sistem buble, tidak ke mana-mana. Kemudian kalau kita lihat jarak antara atlet dan penonton kan cukup jauh. Kita sedang tracing ini dari mana, apakah di penginapan sesama mereka atau hal lainnya," ucapnya.

Amali juga menyebut pada Rabu lalu telah melakukan rapat koordinasi dengan dinas kesehatan Jayapura dan dilaporkan 14-15 atlet atau pelatih yang dinyatakan positif telah melakukan recovery.

"Memang dari pengalaman di berbagai multi event maupun single event, seorang atlet memiliki daya tahan yang bagus, sehingga saat dinyatakan positif, maka masa penyembuhannya cepat. Mungkin 4-5 hari sudah dinyatakan sembuh dan negatif. Kemudian rata-rata yang dinyatakan positif itu adalah mereka yang ingin melakukan perjalanan pulang dan sudah menyelesaikan pertandingannya," tuturnya.

"Saya ingin pastikan bahwa, walaupun muncul beberapa kasus COVID-19, ini tidak akan membuat PON terhenti, apalagi mereka yang dinyatakan positif CT value-nya 37, itu tinggi, sehingga tidak menularkan, bahkan mereka rata-rata tanpa gejala. Mungkin karena daya tahannya bagus, tetapi ketika dia kelelahan atau kecapean, akhirnya mesin pendeteksi menyatakan positif, namun cepat recovery," pungkasnya.

(akd/ega)