Laga Atlet Pelatnas di PON Papua Diharapkan Menginspirasi Atlet Muda

Khoirul Anam - Sport
Jumat, 08 Okt 2021 14:15 WIB
Menpora Wanti-wanti Atlet hingga Penonton PON Papua Disiplin Prokes
Foto: Dok. Kemenpora
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan keikutsertaan para atlet senior di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) atau di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua menjadi inspirasi sekaligus pembangkit semangat atlet muda.

Pasalnya, kata dia, sejumlah atlet yang pernah meraih medali di olimpiade turut ikut serta dalam PON XX saat ini, antara lain atlet angkat besi Eko Yuli Irawan, Windy Cantika Aisah, Nurul Akmal, Rahmat Erwin Abdullah, Lalu Muhammad Zohri dan lainnya.

"Keikutsertaan Eko dan teman-teman saya kira untuk membangkitkan semangat dari yang lainnya (atlet junior)," kata Amali dalam keterangan tertulis, Jumat (8/10/2021).

Selain itu, Amali mengatakan keikutsertaan para atlet ini menjadi tempat bagi mereka untuk berkompetisi. "Sebab kalau di Pelatnas saja latihan siang dan malam tanpa kompetisi, kita tidak tahu ukuran prestasi mereka. Saya melihat bahwa mereka ini mengangkat dari yang dibawah kemampuan total mereka," ungkapnya.

Menurutnya, ada perbedaan bagi atlet antara latihan di Pelatnas dan saat kompetisi. Hal ini karena di Pelatnas atlet tidak memiliki beban dan bisa mengangkat beban berapa saja.

"Bahkan saya dengar Rahmat menaikan kelasnya (beban angkat besi) pada PON XX. Saya kira ini exercise yang bagus dan kita enggak ada masalah dengan itu," katanya.

Amali menegaskan angkat besi menjadi salah satu cabang olahraga unggulan dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Ia pun berharap cabor angkat besi yang saat ini berlaga di PON XX Papua 2021 mampu berprestasi untuk Olimpiade Paris 2024 mendatang. "Saya kira ini adalah harapan kita untuk bisa berprestasi lebih baik lagi saat Olimpiade Paris 2024 mendatang," ujar.

Dia juga mendorong pengurus cabor untuk memperbanyak kompetisi, terutama cabor unggulan seperti angkat besi, panahan, panjat tebing, dan lainnya.

"Saya sedang berpikir angkat besi, panahan, panjat tebing dan cabor-cabor yang masuk di alam DBON atau cabor unggulan kita. Kita akan dorong untuk semakin banyak kompetisi, semakin banyak kejuaraan. Dengan demikian, maka prestasi itu akan tumbuh. Seberapa besar pun mereka berlatih. Tetapi kalau tidak ada kompetisi, itu bisa tidak akan berarti apa-apa," tukasnya.

(akd/akd)