Catering PON Papua: Kirim Nasi & Pisang 150-an Kontainer dari Jakarta

Femi Diah - Sport
Jumat, 08 Okt 2021 21:12 WIB
Catering PON Papua
Catering PON Papua: Kirim Nasi & Pisang 150-an Kontainer dari Jakarta Foto: (Femi Diah/detikSport)
Timika -

Kabupaten Mimika menyiasati kebutuhan konsumsi di PON XX/2021 Papua dengan 'mengimpor' dari Jakarta dan Surabaya. Nasi hingga pisang dikirim dalam 157 kontainer.

Tuan rumah PON Papua menjamu atlet dengan menyediakan akomodasi dan menjamin konsumsi selama pertandingan untuk atlet, ofisial, wasit, dan perangkat pertandingan. Para relawan juga mendapatkan jatah yang sama.

Pengurus Besar (PB) PON menyediakan tiga kali makan sehari, serta satu kali snack. Awalnya, makan disediakan di dining hall di beberapa titik, tetapi karena pandemi makanan pun dibuat dalam paket nasi kotak.

Dari data yang diterima Pangansari, fase puncak jumlah peserta PON di Kabupaten Jayapura dan Mimika ada di pekan ini. Setidaknya ada 40.000 kotak makanan per hari di Mimika dan 65.000 ribu kotak makanan per hari di Kabupaten Jayapura. Biasanya, jumlah permintaan nasi kotak terbanyak di pagi hari, bisa mencapai 23 ribu kotak.

Catering PON PapuaCatering PON Papua (Femi Diah/detikSport)

Untuk memenuhi jatah makan itu, klaster Kabupaten Jayapura dan Mimika menggandeng Pangansari, perusahaan di bidang industrial catering langganan PT Freeport Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan makanan atlet, wasit, dan peserta lain di PON, Pangansari tidak cuma menggandeng catering lokal tetapi juga mendatangkan bahan makanan dari Jakarta dan Surabaya.

"Di Kabupaten Jayapura mempunyai dua dapur umum, dari dua dapur umum itu, ada dapur-dapur penyangga kerja sama dengan vendor atau catering lokal, 28 vendor dan catering lokal," kata Erwin Sudarmin, penanggung operasional catering PON Papua PT Pangansari Utama, dalam perbincangan dengan detikSport.

Dapur umum itu, kata Erwin, baru dibuka mulai 1 Oktober. Untuk memenuhi kebutuhan sebelumnya, karena kami sudah menerima atlet dan ofisial sejak 16 September, Pangansari memaksimalkan catering lokal.

"Seluruh bahan pangan juga dari lokal sampai tanggal 1 Oktober itu. Vendor dan catering lokal kami bersama Dinas Kesehatan mensupervisi dapurnya," kata Erwin.

Barulah di tanggal 2 Oktober dan seterusnya, ada suplai bahan makanan dari Surabaya dan Jakarta. Suplai makanan itu berupa makanan beku, mulai dari nasi, daging, ikan, hingga tempe. Bahkan, jeruk dan pisang juga dikirim langsung dari Jakarta dan Surabaya. Bahan pangan itu dikirimkan dalam 90 kontainer ke Jayapura dan 67 kontainer ke Mimika.

Catering PON PapuaBeberapa makanan untuk atlet PON (Femi Diah/detikSport)

Untuk sampai di Jayapura dan Mimika, bahan pangan itu dikapalkan. Durasi pengiriman selama dua pekan.

Erwin bilang bukan persoalan sulit untuk mengirimkan makanan beku serta pisang dan jeruk ke Jayapura dan Mimika. Sebabnya, teknologi pangan sudah sangat mendukung untuk proses tersebut.

Dalam menentukan porsi nasi, lauk, dan sayur, Pangansari merekrut ahli gizi. Selain itu, PB PON juga telah merinci peedoman takaran makanan sesuai cabang olahraga si atlet.

"PB PON sudah membuat rincian masing-masing, kalori sudah ada ukurannya untuk atlet-atlet dengan cabang olahraga yang berbeda-beda. Misalnya, untuk binaraga yang membutuhkan protein atau atlet lain di cabang olahraga lain yang butuh karbohidrat banyak," dia menjelaskan.

(fem/aff)