Jabar Raih Emas dan Cetak Rekor PON di Lari Estafet 4x100 M Putri

Femi Diah - Sport
Rabu, 13 Okt 2021 18:50 WIB
Tim Jawa Barat (dari kiri ke kanan) Raden Roselin,
Erna Nuryanti, Tyas Murtiningsihdan Ulfa Silpiana
berhasil finish pertama di nomor Lari Estafet 4 x 100 Meter Putri PON XX Papua, dan memastikan Jawa Barat meraih medali emas, nomor ini digelar di Stadion Mimika Sport Complex, Rabu (13/10/2021). Foto : PB PON XX Papua / Ady Sesotya
Foto: PB PON XX Papua / Ady Sesotya
Timika -

Sprinter-sprinter Jawa Barat menuai dua keberhasilan di nomor lari estafet 4x100 meter putri pada PON XX/2021 Papua. Tyas Mustianingsih dkk berhasil meraih medali emas dan memecahkan rekor PON.

Dalam perlombaan di Stadion Atletik Mimika Sport Complex, Rabu (13/10/2021), Jabar menurunkan Raden Roselin sebagai pelari pertama. Pelari kedua hingga keempat secara berurutan diisi oleh Tyas Mustiningsih, Erna Nuryanti, dan Ulfa Silpiana.

Tyas dkk mencapai garis finis terdepan dengan catatan waktu 45,67 detik. Dengan catatan waktu itu, mereka sekaligus memecahkan rekor PON yang sudah berusia 13 tahun, dibuat oleh tim DKI Jakarta pada PON 2008 Kalimantan Timur.

Adapun medali perak direbut oleh Jatim. Menurunkan Susi Dewi Wulandari, Eka Cahaya Ningrum, Serafi Anelies Unani dan Tri setyo Utami, Jatim mencatatkan waktu 46,36 detik.

Sementara itu, medali perunggu diraih oleh DKI Jakarta yang diperkuat oleh duo pelari gawang Ken Ayuthaya dan Emilia Nova. Mereka turun sebagai pelari pertama dan keempat. Pelari kedua dan ketiga DKI dipercayakan kepada Jeany Nuraini dan Liza Putri Ramad. DKI mencatatkan waktu 46,36 menit.

"Alhamdulillah semua sesuai ekspektasi dari latihan kami selama ini di Jakarta. kami memang menargetkan untuk memecahkan rekor di sini. Dan, alhamdulillah bisa memecahkan rekor itu dan meraih emas. Bisa berlari semangat, mereka semua sungguh menunjukkan perjuangan tiada tara," kata Ulfah usai perlombaan.

Apalagi, persiapan tim Jabar putri tidak mulus Ulfah sempat menepi selama 20 hari karena terkena Covid-19 dengan gejala. diapun harus menjalani isolasi selama 19 hari penuh.

"Aku kena Covid-19 dengan semua gejala yang bikin persiapan terhambat. Itu 1,5 bulan menuju PON. Barulah setelah itu tim kembali berlatih intens. Alhamdulillah dengan tim yang solid dan mereka percaya sama aku dan menunggu sampai aku sembuh Covid-19," ujar Ulfah.

"Dan, hari ini semuanya lancar. Di lari estafet ini target awal adalah tongkat sampai dengan selamat dan semua mulus hari ini," ujar Ulfah.

Sementara itu, Jatim yang mematok target medali emas terkejut dengan pencapaian Jabar putri. Pelatih lari jarak pendek Jatim putri Henny Maspaitella tidak menyangka para srikandi Jabar tampil sip.

"Dari nomor estafet 4x100 meter, yang kami targetkan dua medali, satu lepas, dari nomor putri. Puas, harus puas. Saya harus mengakui kekuatan Jabar, atlet kami senior semua. Jadi, kecewa sih enggak karena mereka sudah menunjukkan penampilan maksimal dan sudah yang terbaik. Itu adalah penampilan terbaiknya mereka," ujar Henny.

(fem/krs)