Pesilat Asal Klaten Penuhi Nazar Usai Raih Emas PON Papua

Achmad Syauqi - Sport
Senin, 18 Okt 2021 17:30 WIB
Khoiruddin Mustaqim
Pesilat Jawa Tengah, Khoiruddin Mustaqim, memenuhi nazar pulang ke rumah dengan berlari, (Foto: detikcom/Achmad Syauqi)
Jakarta -

Pesilat Jawa Tengah, Khoiruddin Mustaqim, memenuhi nazar usai meraih emas di PON XX Papua. Dia pulang ke rumah di Klaten dari Salatiga dengan berlari.

Alamat Khoiruddin ada di Desa Karang Pakel, Kecamatan Trucuk, Klaten. Dia mendapatkan restu dari keluarganya untuk pulang berlari.

"Nazar ini pernah saya ungkapkan ke temen saya dan orang tua di rumah. Orang tua setuju dan merestui saya lakukan," ungkap Khoiruddin pada wartawan saat istirahat di SDN Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Klaten, Senin (18/10/2021) siang.

Khoiruddin menjelaskan dirinya mulai start dari pusar pelatihan daerah di Salatiga pukul 05.00 WIB. Perjalanan dari Salatiga- Ampel udara masih sejuk.

"Dari Salatiga sampai Ampel masih agak sejuk tapi masuk Ampel sampai Klaten udara mulai panas. Kendala perjalanan relatif tidak ada," imbuh Khoiruddin.

Kendala utama selama perjalanan, sebut Khoiruddin, hanya kakinya sempat kram lima kali dan harus istirahat. Sebab selama ini ia tidak pernah lari jauh.

"Kendala hanya kram kaki, sampai sini (Jatinom) sudah lima kali. Padahal sudah dekat rumah," terang Khoirudin.

Selama ini, sambung Khoiruddin, dirinya hanya rutin berlari sejauh 15 km dan tidak pernah lebih dari 50 km. Nazarnya itu merupakan kali pertama dirinya lari jarak jauh.

"Ini yang pertama kali, biasanya lari 15 km. Sampai rumah nanti ya biasa mau bantu ibu ke sawah atau kasih makan ayam," kata Khoirudin.

Sepanjang perjalanan, lanjut Khoiruddin, yang paling terkesan sesampainya di desa Bonyokan. Sebab disambut anak-anak SD.

"Yang paling berkesan ya di sini karena disambut anak sekolah. Yang lainnya tidak ada karena jalan raya semua," ujar atlet kelahiran bulan Juli tahun 2021 itu.

Sumadi, guru SDN Bonyokan mengatakan siswa tiga kelas menyambut kepulangan Khoiruddin. Jumlah siswa sekitar 50 orang.

"Jumlahnya sekitar 50 orang dari tiga kelas. Ya agar siswa paham prestasi tidak hanya sekolah tapi bisa juga Bidang olahraga," ungkap Sumadi.

Ketua IPSI Jawa Tengah, Darmadi mengatakan peraih medali emas cabor pencak silat pada PON XX Papua, sebelum PON di gelar mempunyai nazar itu dengan start di GOR Salatiga ke Klaten.

"Dia berlari dari Salatiga ( tempat pelatda Cabor pencak silat menuju kampung halamannya di Karang Pakel . Start GOR takraw Salatiga," jelas Darmadi pada detikcom.

Selanjutnya bulan Desember, sebut Darmadi, Khoiruddin akan mengikuti pelatnas di Jakarta untuk persiapan mengikuti SEA GAMES 2022. Sebelumnya juga banyak prestasi.

Banyak prestasin dari Khoiruddin selain di PON XX Papua. Juara kejuaraan dunia junior 2018 di Thailand, Juara 1 kejuaraan Asia 2018 di India, Juara 2 kejuaraan dunia 2018 di Singapura, juara 1 Kejuaraan dunia pantai 2019 di Thailand, Juara 1 Belgia Open 2019 dan Juara 2 sea games 2019 di Philipina," sambung Darmadi.

Pantauan detikcom, Khoiruddin tiba di Jatinom sekitar pukul 12.00 WIB. Sempat istirahat karena kakinya kram di SDN Bonyokan kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah.

Di perjalanan dikawal polisi. Di jalan menjelang rumahnya, Bendera merah putih dan perguruan silat dipasang.



Simak Video "BMKG Bakal Sajikan Informasi Cuaca Terkini Selama PON XX Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/aff)