Potradnas 2021: Agar Sport Tourism Tanah Air Lebih Maju

Mohammad Resha Pratama - Sport
Sabtu, 23 Okt 2021 23:11 WIB
Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional (Potradnas) VII Tahun 2021 sudah selesai, Jawa Barat dan Banten jadi juara umum bersama.
Potradnas 2021 sukses dihelat Kemenpora dan Kemenparekraf (dok.Kemenpora)
Belitung -

Pekan Olahraga Tradisional tingkat Nasional (Potradnas) VII 2021 memang bukan even semegah PON 2020. Tapi. Potradnas diharapkan bisa memajukan olahraga dan pariwisata nasional bersamaan.

Potradnas dihelat di Stadion Tanjung Pandang, Belitung, mulai Jumat (22/10) hingga Sabtu (23/10). Jabar dan Banten jadi juara umum bersama setelah menggondol dua kemenangan. Jabar dan Jateng bersaing dengan 372 peserta dari 16 Provinsi dan tiga Kabupaten.

Meski sudah memasuki tahun ketujuh penyelenggaraan, Potradnas memang tidak familiar di telinga masyarakat Indonesia. Wajar karena yang dipertandingkan adalah olahraga tradisional.

Tapi, mengusung tema 'Lestarikan Olahraga Tradisional untuk Indonesia Sehat dan Bugar', Potradnas diadakan untuk memenuhi konsep Presiden RI Joko Widodo pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) September lalu, yakni olahraga dan pariwisata harus berjalan beriringan.

"Sekarang kita berada dalam titik destinasi pariwisata yang cukup menggiurkan. Kita saat ini melakukan di Belitung, kedepan kita bisa lakukan event serupa di Borobudur, Mandalika dan dimanapun destinasi cantiknya Indonesia, jadi olahraga akan ke sana konsepnya, baik itu olahraga tradisional, olahraga masyarakat, maupun olahraga prestasi," ucap Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta dalam rilis kepada detikSport.

"Kebersamaan dalam mewujudkan satu tujuan, yaitu menuju Indonesia Hebat, baik itu dari sisi ekonomi yang bisa digali dari industri pariwisatanya, juga digali dari dimensi sehat bugarnya dan juga dimensi kekuatan sosial ketahanan bangsa lewat olahraga tradisional," sambungnya.

Dengan suksesnya penyelenggaraan Potradnas 2021 ini, maka diharapkan sport tourism di Indonesia bisa makin berkembang. Terlebih sektor pariwisata memang butuh "vitamin" setelah ambruk total karena pandemi COVID-19.

Mengingat Jokowi sudah mengarahkan untuk menggalakkan lagi pariwisata di era New Normal ini, maka pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan bekerjasama dengan banyak kementerian, bukan cuma Kemenpora.