Potradnas 2021: Agar Olahraga Tradisional Indonesia Tetap Lestari

Mohammad Resha Pratama - Sport
Jumat, 22 Okt 2021 19:00 WIB
Pekan Olahraga Tradisional tingkat Nasional (Potradnas) VII 2021 resmi dihelat. Ajang ini diadakan demi menjaga kelestarian olahraga tradisional Indonesia.
Potradnas 2021 dihelat di Belitung (Foto: dok.Kemenpora)
Belitung -

Pekan Olahraga Tradisional tingkat Nasional (Potradnas) VII 2021 resmi dihelat. Ajang ini diadakan demi menjaga kelestarian olahraga tradisional Indonesia.

Acara pembukaan dihelat di Pantai Wisata Tanjung Pendam, Kabupaten Belitung, Jumat (22/10/2021). Pembukaan Potradnas ditandai dengan pemukulan lesung oleh jajaran pemerintah daerah dan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang diwakili Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Raden Isnanta.

Adapun tema yang diusung Potradnas 2021 adalah 'Lestarikan Olahraga Tradisional untuk Indonesia Sehat dan Bugar'. Acara pembukaan dimulai dengan parade devile atlet yang bertanding, dengan total peserta 374 orang dari 21 kontingen, yakni 18 provinsi dan tiga kabupaten/kota.

Potradnas 2021 yang 24 Oktober mempertandingkan lima cabang olahraga tradisional, yaitu egrang, ketapel, lari balok, panahan, dan sumpitan di Stadion Pangkal Lalang. Trofi dan medali akan diberikan untuk kontingen peringkat 1-4 pada masing-masing cabang olahraga yang dipertandingkan. Sementara ada satu trofi besar untuk juara umum.

Bupati Belitung Sahani Soleh mengaku bangga daerahnya bisa menjadi tuan rumah Potradnas di masa pandemi Covid-19.

"Ini untuk membangkitkan kembali kunjungan wisatawan ke Belitung. Olahraga Tradisional mengandung nilai filosofis, hak cipta nenek moyang kita yang harus kita lestarikan," ujar Sahani Soleh dalam rilis kepada detikSport.

Pekan Olahraga Tradisional tingkat Nasional (Potradnas) VII 2021 resmi dihelat. Ajang ini diadakan demi menjaga kelestarian olahraga tradisional Indonesia.Pekan Olahraga Tradisional tingkat Nasional (Potradnas) VII 2021 resmi dihelat. Ajang ini diadakan demi menjaga kelestarian olahraga tradisional Indonesia. Foto: dok.Kemenpora

Sementara itu, Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah berterima kasih kepada Kemenpora karena telah memberikan kesempatan kepada Kabupaten Belitung.

"Saat ini olahraga tradisional tergeser dan mulai tergerus oleh olahraga terbarukan. Keberadaan kita disini saat ini adalah untuk melestarikan olahraga tradisional tersebut", ucapnya.

Kemenpora meminta Potradnas harus membawa kegembiraan bagi para peserta, karena itu jadi bagian dari pembudayaan olahraga. Raden Isnanta meminta masyarakat Indonesia untuk melestarikan olahraga tradisional.

"Mari kita canangkan pada momentum ini semboyan 3-B untuk melawan Covid-19, yaitu Bergerak-Bergembira-Berjemur. Kalau bukan kita yang melestarikan olahraga tradisional, siapa lagi?," demikian Raden Isnanta.

(mrp/cas)