Ketua NPC Senang Atlet Disabilitas Kini Diperhatikan Presiden dan Menpora

Tim Detikcom - Sport
Jumat, 05 Nov 2021 23:33 WIB
Menpora Zainudin Amali dan Ketua NPC Senny Marbun meninjau venue Peparnas 2020 Papua, Jumat (5/11/2021)
Menpora Zainudin Amali dan Ketua NPC Senny Marbun meninjau venue Peparnas 2021 (dok.Kemenpora)
Jayapura -

Ketua National Paralympic Committe (NPC) Indonesia Senny Marbun senang atlet disabilitas kini lebih diperhatikan. Dia pun berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.

Hal ini terlihat ketika Indonesia meraih dua medali emas Paralimpiade Tokyo 2020. Jumlah bonus yang diberikan pun sama besarnya seperti peraih medali emas Olimpiade, yakni Rp 5 miliar per atlet.

Total ada sembilan medali diraih kontingen Indonesia sehingga pundi-pundi atletnya pun lebih tebal dan ini merupakan pencapaian terbaik. Selang sebulan lebih setelah Paralimpiade, atlet-atlet tersebut tampil di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua 2021 mulai 2 hingga 15 November.

Oleh karenanya, pemerintah pun mau tak mau harus membangun venue-venue Peparnas berstandar dunia, sehingga para atlet bisa tampil maksimal di sana. Dengan demikian, Peparnas bisa berjalan sesukses PON 2020.

Menpora Zainudin Amali dan Ketua NPC Senny Marbun meninjau venue Peparnas 2020 Papua, Jumat (5/11/2021)Menpora Zainudin Amali dan Ketua NPC Senny Marbun meninjau venue Peparnas 2020 Papua, Jumat (5/11/2021) Foto: dok.Kemenpora

"Ya kita yakin dengan dukungan pemerintah sekarang ini sangat luar biasa, kita bisa lihat semua Pak Menteri ada di samping saya, datang di tempat ini (venue) mengoreksi dan lain-lain. Karena itu kita yakin pasti bisa berhasil di Peparnas nanti," kata Senny usai meninjau venue Akuatik, di Kampung Harapan, Sentani, Jayapura, Kamis (4/11).

"Ini luar biasa kesetaraan. Kita sama-sama tahu kemarin Pak Jokowi, Presiden yang kita cintai ini memberikan bonus yang atlet disabilitas sama dengan yang non-difabel. itu luar biasa. Baru di era ini ada pak Menpora seperti ini, ada presiden seperti itu. Wah apalagi yang kita cari, bukan main sekarang," sambungnya dalam rilis kepada detikSport.

Selain itu, Senny juga mengapresiasi perhatian Gubernur Papua Lukas Enembe terhadap pembangunan fasilitas olahraga di Papua.

"Kita bangga dengan Gubenur Papua karena gubernur pasti memberi sumbangan yang luar biasa. Mudah-mudahan setelah PON dan Peparnas ini venue-venue terpelihara. Ini aset negara yang luar biasa," harapnya.

Dia berharap Peparnas kali ini mampu melahirkan talenta-talenta yang bisa diterjunkan Paralimpiade Paris 2024, sehingga bisa melebihi pencapaian di Tokyo.

"Utamanya sekarang kita sedang mencari bibit untuk Paralimpiade Paris 2024. Kemarin kita dapat dua (medali emas). Jangan sampai Olimpiade Paris kita gak dapat. Kalau bisa dapat tiga medali, gak usah banyak-banyak," jelas Senny.

Menpora Zainudin Amali juga turut menemani rombongan NPC meninjau venue. Dia mengaku puas dengan pembangunan meski masih ada perbaikan minor di beberapa sisi, usai digunakan pada PON lalu.

"Saya kira venue ini adalah pernah digunakan untuk PON XX yang lalu, sehingga tidak banyak yang harus diperbaiki dan tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan untuk pertandingan-pertandingan di Peparnas. Secara umum semua venue sudah dalam keadaan siap digunakan untuk pertandingan," ungkap Amali.

Peparnas Papua 2021 mempertandingkan 12 cabang olahraga dengan total 1.985 atlet dari 33 provinsi.



Simak Video "Kementerian PUPR Survei Sejumlah Venue Jelang ASEAN Para Games"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/ran)