Belajar dari Kasus LADI, Cabor Diminta Aktif di Organisasi Internasional

Mercy Raya - Sport
Jumat, 12 Nov 2021 20:03 WIB
Ketua KOI Raja Sapta Oktohari.
Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari, mengungkap pentingnya federasi olahraga Indonesia aktif dikancah internasional. (Foto: dok. KOI)
Jakarta -

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari meminta pengurus cabor untuk aktif di organisasi internasional. Hal ini untuk mencegah kasus serupa LADI.

Okto, sapaan karib Raja Sapta, mengatakan sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) terhadap LADI tidak terjadi apabila Indonesia punya perwakilan yang terlibat aktif di organisasi regional, kontinental, dan internasional.

Sebelumnya Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA merilis tiga tantangan yang perlu diselesaikan untuk penangguhan status LADI, yakni komunikasi, administrasi, dan teknis.

"Sejak dulu saya selalu katakan, pengurus federasi nasional aktif melebarkan sayap, entah di organisasi regional, kontinental, atau dunia, sehingga gak cuma jago kandang, tapi kita punya positioning. Dengan adanya perwakilan, kita gak sekadar menjadi pengikut tetapi kita bisa menjadi regulator yang pada akhirnya mampu menyuarakan kepentingan Indonesia," ujar Okto, dalam keterangan tertulisnya Jumat (12/11/2021).

Dengan adanya kejadian yang dialami LADI, lelaki yang ditugaskan memimpin Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA ini berharap pengurus federasi olahraga nasional di Indonesia dapat lebih sadar pentingnya memiliki posisi di organisasi regional, kontinental, dan internasional.

Itu, tambah Okto, bukan sekadar gengsi semata, tetapi juga akan mendapat banyak keuntungan, baik kesempatan menjadi tuan rumah ajang regional, kontinental, hingga kesempatan untuk mendapat kuota beasiswa training camp dan try-out bagi atlet-atlet Indonesia.

"Saya tekankan sekali lagi, NOC Indonesia mendorong para pengurus olahraga nasional untuk menempatkan perwakilan di organisasi regional, kontinental, atau dunia. Sebab, bukan cuma suara kita saja yang didengar, tetapi akan banyak sekali yang bisa kita dapat sehingga prestasi olahraga Indonesia bisa lebih terangkat," terang Okto.

KOI gencar melakukan diplomasi olahraga melalui Indonesia Olympic Champions Program sejak September 2021. Ini adalah program jemput bola yang dilakukan KOI ke Federasi Olahraga Internasional untuk peningkatan prestasi olahraga Indonesia, baik atlet hingga pengurus.

Program yang dirancang untuk membantu realisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) milik pemerintah ini telah melahirkan kesepakatan yang menguntungkan. Di antaranya beasiswa pelatihan untuk empat atlet judo Indonesia hingga masuknnya wakil Indonesia Tommy Hermawan Lo di jajaran dewan Federasi Esports Internasional (IESF).

(mcy/cas)