Menpora Zainudin Amali Dorong Daerah Galakkan Sport Tourism

Eko Susanto - Sport
Sabtu, 27 Nov 2021 13:45 WIB
Borobudur Marathon
Menpora Zainudin Amali Dorong Daerah Galakkan Sport Tourism (Foto: Eko Susanto/detikSport)
Magelang -

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mendorong pemerintah daerah untuk menggalakkan sport tourism. Keberadaan sport tourism sendiri diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) 86.

"Iya (Borobudur Marathon sport tourism). Di dalam desain besar olahraga nasional dipayungi oleh Perpres 86, sport industri, sport tourism itu adalah bagian yang harus kita harap kedepan," katanya usai menyerahkan medali dan penghargaan bagi pemenang Borobudur Marathon 2021 di Taman Lumbini Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (27/11/2021).

"Nah kita ini, Indonesia tidak kurang-kurangnya fasilitas, lokasi untuk sport tourism, Jawa Tengah apalagi lengkap semuanya, mau kemana aja ada untuk sport tourismnya. Jadi, saya kira hal-hal yang seperti ini juga menjadi pendorong untuk pemerintah daerah, provinsi, kabupaten/kota untuk menggalakkan sport tourism," ujarnya.

Menpora Zainudin Amali secara khusus datang ke Magelang dalam event Borobudur Marathon 2021. Event Borobudur Marathon 2021 dibagi dalam Elite Race Borobudur Marathon diikuti 42 pelari yang digelar, Sabtu (27/11). Kemudian, untuk Bank Jateng Tilik Candi diikuti 128 pelari, Minggu (28/11).

Pihaknya memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Borobudur Marathon 2021 di tengah pandemi dengan tetap menerapkan prokes yang ketat. Bahkan, Menpora menyampaikan pengalamannya saat tiba untuk menginap langsung ditanyakan hasil PCR.

"Saya mengapresiasi bahwa kegiatan olahraga walaupun sekarang masih pandemi sudah mulai ada lagi. Kompetisi seperti ini (Borobudur Marathon) itu harapan para atlet. Mereka berlatih sepanjang tahun, tapi kalau nggak ada turnamen, kalau nggak ada kompetisi, itu juga percuma mereka tidak bisa mengukur prestasi mereka. Dengan adanya Borobudur Marathon, kemudian suport dari pemerintah Jawa Tengah, Bank Jateng, saya kira ini menjadi penyemangat buat para atlet-atlet yang belum sempat ikut," ujarnya.

"Saya kira prokesnya luar biasa, ketat. Saya saja begitu datang ditanyain mana PCR-nya benar, 'semalam kan saya nginap sini Pak Gub (Gubernur Jateng Ganjar Pranowo), saya langsung ditanya'. Kebetulan saya kemarin baru habis di PCR, nich PCR aman, baru boleh masuk kamar, kalau nggak diini lagi saya," tuturnya.

Borobudur MarathonBorobudur Marathon (Eko Susanto/detikSport)

Pelaksanaan Borobudur Marathon di tengah pandemi, katanya, bisa menjadi contoh penyelenggaraan olahraga di masa pandemi. Dimana prokesnya tetap terjaga, sekaligus membantu pemerintah dalam mengatasi pandemi.

"Saya kira ini satu contoh yang baik penyelenggaraan olahraga di tengah-tengah pandemi, tetapi prokesnya tetap terjaga. Itu sekaligus membantu pemerintah khususnya pemerintah Jawa Tengah dan Kabupaten Magelang supaya mereka sudah kerja luar biasa mengatasi pandemi ini. Jangan kita yang datang sini, kemudian tidak steril, jadi itu saya kira luar biasa," pungkasnya.

(aff/ran)