Lewat DBON, Indonesia Targetkan 5 Besar Olimpiade 2044

Mohammad Resha Pratama - Sport
Kamis, 02 Des 2021 00:05 WIB
Menpora Zainudin Amali
Kemenpora targetkan Indonesia lima besar Olimpiade 2044 lewat DBON (dok.Kemenpora)
Sanur -

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali meminta Desain Besar Olahraga Nasional diterapkan sungguh-sungguh. Sebab ini demi masa depan olahraga Indonesia, termasuk target lima besar Olimpiade 2044.

DBON adalah garapan Kemenpora sebagai sebuah program unggulan yang diharapkan bisa mendongkrak prestasi olahraga Indonesia, sekaligus mengikis masalah ada. Agar pelaksanaannya berjalan baik, maka DBON sudah mendapat payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021.

Oleh karenanya, DBON harus didukung oleh semua piha, mulai dari stakeholder olahraga, instansi terkait, pemerintah daerah, media, hingga kementerian-kementerian yang telah ditunjuk untuk terlibat dalam pelaksanaan dan penerapannya.

"DBON sudah mendapat payung hukum Perpres No.86 tahun 2021. Di dalam revisi UU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN), DBON juga masuk. Roh UU SKN adalah DBON," ujar Amali dalam Webinar Nasional Hybrid DBON 2021, Rabu (1/12/2021) siang WIB.

Dalam acara yang bertajuk 'Peran Siwo PWI Mendukung Sukses DBON Menuju Indonesia Emas 2045' hasil kerjasama Kemenpora dan Siwo PWI ini, Amali menyebut program sebagus apapun tidak akan berarti jika implementasinya tidak ada.

Apalagi menurut menteri asal Gorontalo itu, selama ini belum ada sinergi di antara semua pihak untuk meningkatkan prestasi olahraga dan kebanyakan jalan sendiri-sendiri.

"Saat ini, aturan dan desainnya sudah ada, tinggal bagaimana kita mengerjakannya. Sebagus apapun dasar hukumnya, tapi kalau implementasinya tidak ada, maka akan macet," papar Amali di hadapan pengurus cabor, kalangan akademisi, dan jurnalis yang hadir di acara tersebut.

"Selama ini, kita bergerak sendiri-sendiri untuk mengurusi olahraga prestasi. Tidak ada sinergi. Contohnya, jika pemerintah daerah menaruh perhatian besar pada olahraga, maka prestasi olahraga daerah tersebut akan bagus. Demikian juga sebaliknya," ungkap Amali.

"Dengan adanya Perpres No.86 tahun 2021, maka ada kewajiban pada kepala daerah untuk menjalankannya. Jadi, pemerintah daerah tidak bisa beralasan lagi, karena aturannya sudah ada. Terlebih, memajukan olahraga di daerah juga bisa memajukan perekonomian masyarakat setempat," jelasnya.

Melalui DBON, pembinaan olahraga prestasi difokuskan pada 12 cabang yang sudah dipertandingkan di Olimpiade dan dua cabang yang belum dipertandingkan di Olimpiade. Target utamanya adalah bisa masuk peringkat lima dunia pada Olimpiade 2044.

"Ke-12 cabang itu adalah cabor yang menyumbangkan medali di Olimpiade dan punya harapan untuk mensukseskan target-target ini. Namun, 12 cabang ini tidak kekal di dalam DBON. Kalau ada cabor yang tidak berprestasi, maka akan dikeluarkan dari DBON. Kami menerapkan sistem promosi dan degradasi."

"Pada Olimpiade 2044, Indonesia harus masuk di peringkat 5 dunia. Di Paralimpiade juga demikian. Target ini ditetapkan setelah kami berdiskusi dengan para pakar. Jadi, ada hitungannya untuk masuk ke target itu. Jika kita konsisten dan berstruktur, maka peringkat 5 dunia di Olimpade 2044 bukan hal mustahil," tandas Menpora Zainudin Amali.

(mrp/ran)