ADVERTISEMENT

Lanjutkan Diplomasi Sanksi WADA, Gugus Tugas Terbang ke Swiss

Mercy Raya - Sport
Selasa, 07 Des 2021 16:55 WIB
Gugus tugas percepatan penyelesaian saksi WADA terbang ke Lausanne, Swiss pada Selasa (7/12/2021). Mereka akan lakukan diplomasi lanjutan.

Gugus tugas yang dipimpin ex- officio Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari Okto,  berangkat bersama Sekjen Gugus Tugas Fitrian Yudis, Wakil Ketua LADI Rheza Maulana yang juga menjadi anggota. Serta Tenaga Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, Gatot S Dewa Broto guna bertemu Badan Anti Doping Dunia (WADA) pada Rabu (8/12) sore waktu setempat.
Foto: Dok. KOI
Jakarta -

Gugus tugas percepatan penyelesaian saksi WADA terbang ke Lausanne, Swiss pada Selasa (7/12/2021). Mereka akan melakukan diplomasi lanjutan.

Gugus tugas yang dipimpin ex- officio Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari Okto, berangkat bersama Sekjen Gugus Tugas Fitrian Yudis, Wakil Ketua LADI Rheza Maulana yang juga menjadi anggota. Serta Tenaga Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, Gatot S Dewa Broto guna bertemu Badan Anti Doping Dunia (WADA) pada Rabu (8/12) sore waktu setempat.

"Kami mohon doa seluruh masyarakat Indonesia agar kami dapat menjalankan tugas yang sudah diamanatkan kepada kami, yakni akselerasi sanksi WADA ini secepatnya," kata Okto, dalam keterangan tertulisnya.

Ini merupakan pertemuan lanjutan dengan WADA. Okto sebelumnya telah bertemu dengan Presiden WADA Witold Banka dan Sekretaris Jenderal WADA Olivier Niggli di ANOC General Assembly ANOC di Crete, Yunani.

Pada kesempatan tersebut, diplomasi Okto menghasilkan buah positif. Indonesia mendapat keringanan atas sejumlah putusan.

"Gugus Tugas akan berusaha maksimal melakukan diplomasi sehingga sanksi WADA terhadap LADI bisa segera ditangguhkan. Ini bukan cuma untuk melihat Merah Putih berkibar lagi, tetapi juga Indonesia memiliki banyak rencana untuk membawa banyak event olahraga ke Indonesia," ujarnya.

KOI sendiri telah gencar mempromosikan diri untuk menjadi tuan rumah ajang olahraga bergengsi. Dalam waktu dekat IESF 14th Esports World Championships 2022 akan digelar di Bali.

Selain itu, Indonesia juga telah diumumkan menjadi kandidat terkuat ANOC World Beach Games (AWBG) 2022 dalam ANOC General Assembly di Yunani, Oktober lalu.

Indonesia seperti diketahui mendapat sanksi dari WADA karena tidak patuh dalam memenuhi program tahun 2021. Imbasnya pun langsung dirasakan tim bulutangkis Indonesia saat menjuarai Thomas Cup beberapa waktu lalu. Bendera Merah Putih dilarang berkibar dan diganti dengan bendera Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Simak video 'Di DPR, Lembaga Anti Doping Indonesia Pamer Upaya Pencabutan Sanksi WADA':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT