KONI Pusat Segera Buat Aturan Baru Mutasi Atlet PON

Mercy Raya - Sport
Minggu, 12 Des 2021 14:45 WIB
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman (Foto: dok: KONI)
Jakarta -

Menyusul hasil Rapat Kerja Nasional 2021, KONI Pusat akan membuat aturan baru khususnya terkait mutasi atlet di Pekan Olahraga Nasional (PON).

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengatakan hal tersebut setelah melakukan evaluasi menyeluruh dalam Rakernas bertajuk penyelenggaraan PON XX/Papua menuju Sukses PON XXI/2024 Aceh-Sumut.

Ia menyebut beberapa evaluasi mengarah pada penyelenggaraan PON, antara lain pertama peraturan organisasi mengenai PON itu sendiri. Kedua, aturan mutasi atlet dalam pelaksanaan PON.

"Banyak sekali keresahan-keresahan yang terkait dengan mutasi atlet yang kita tidak bisa abaikan, bahwa itu perlu segera kita perbaiki," kata Marciano dalam keterangan tertulisnya kepada detikSport, Minggu (12/12/2021).

Dengan harapan, sebut Marciano, di PON kelak semua kontingen dapat diperkuat oleh para atlet hasil pembinaan sendiri masing-masing daerah provinsi.

Eks Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini pun mengapresiasi seluruh peserta karena berbagai keputusan hasil Rakernas tersebut dicapai secara demokratis. Masukan-masukan dari KONI Provinsi dan induk cabang olahraga disebutnya akan menjadi dasar hasil Rakernas.

"Masukan dari pimpinan cabang olahraga, masukan dari Ketua KONI Provinsi menjadi dasar membuat aturan-aturan baru yang disepakati oleh peserta Rakernas ini," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marciano juga menyinggung tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Menurut Ketum KONI Pusat, peran organisasi pembina olahraga anggota KONI sangat penting. Pasalnya, atlet-atlet juara yang ditargetkan DBON merupakan hasil dari pembinaan olahraga KONI beserta anggotanya.

"Kita mengambil satu peran yang betul-betul berdampak dan optimal di dalam pencapaian sasaran dari DBON itu, yaitu bagaimana menambah juara-juara pada setiap kehadiran kita pada multievent internasional, puncaknya adalah Olimpiade," kata Marciano.

Dalam DBON, diterangkan bahwa terdapat 14 cabang olahraga unggulan. Namun begitu, terdapat sistem promosi dan degradasi. Peran KONI adalah melakukan pendampingan.

"Kita memberikan pendampingan kepada cabang olahraga untuk mereka benar-benar melakukan sesuai dengan programnya, sesuai dengan sport science-nya, sesuai dengan sistem pembinaan yang dikehendaki," terangnya.

Selain itu, Ketum KONI Pusat bersyukur Rakernas dapat diselenggarakan secara tatap muka. Pelaksanaan PON XX/2021 di Papua pun, seluruh pertandingan diselenggarakan dengan penonton. Dari kedua bukti tersebut, diyakini bahwa Bangsa Indonesia mampu bangkit dari pandemi COVID-19, dengan catatan penerapan protokol kesehatan ketat.

"Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, kita bisa melakukan kegiatan-kegiatan ke depan seperti 15 Desember ini, nanti Liga 2 PSSI akan dimulai dengan penonton. Ini adalah satu test case," kata Marciano.

(mcy/aff)