Triyatno Rawan Terdegradasi dari Pelatnas Angkat Besi

Mercy Raya - Sport
Rabu, 15 Des 2021 14:50 WIB
Lifter Tanah Air Triyatno gagal menambah medali Indonesia di Asian Games 2018. Triyatno kalah di kelas 69 kg putra. Bertanding di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (22/8/2018), Triyatno hanya mampu mendapatkan total angkatan 329. Rinciannya adalah 147 untuk snatch dan untuk 182 clean and jerk.
Triyatno (Foto: Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta -

Lifter senior Triyatno berpeluang terdegradasi dari Pelatnas angkat besi tahun depan. Hal itu menyusul hasil minor di Kejuaraan Dunia 2021.

Triyatno yang tampil di kelas 67 kg IWF World Championship yang dimulai sejak 7 sampai 17 Desember di Tashkent, Uzbekistan, belum mampu meraih hasil maksimal.

Lifter berusia 33 tahun itu hanya mampu berada di peringkat 13 kelas 67 kg putra. Peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 dan perak 2012 itu membukukan total angkatan 291 kg. Jumlah itu digabungkan dengan angkatan snatch 131 kg dan angkatan clean and jerk 160 kg.

Hasil ini tak lebih baik ketika di Kejuaraan Asia pada April 2021. Saat itu ia menempati peringkat 9 dengan total angkatan 290 kg. Rinciannya, 130 kg angkatan snatch dan 160 angkatan clean and jerk.

Ia pernah menempati pertama tapi saat itu dia mentas di kelas 73 kg. Keberhasilan itu diraih Triyatno pada ajang 5th International Fajr Cup Februari 2020. Sementara hasil kejuaraan-kejuaraan sebelumnya cenderung inkonsisten.

Situasi ini pun membuat posisi Triyatno kian terancam di Pelatnas. Terlebih juniornya, Mohammad Yasin mampu menyodok dengan masuk top ten di kelas 67 kg Kejuaraan Dunia 2021. Dia mencatatkan total angkatan 299 kg, yang terdiri dari 135 kg angkatan snatch dan 164 angkatan clean and jerk.

Sedangkan di kelas 73 kg, ada Rahmat Erwin Abdullah. Rahmat menjadi yang terbaik setelah mengantongi dua medali emas di kejuaraan yang sama dari angkatan total dan clean and jerk. Masing-masing ia membukukan angkatan terbaik 192 kg dan 343 kg.

Kabid Binpres Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), Hadi Wihardja, mengatakan dengan posisi tersebut Triyatno sangat rawan tak dipanggil Pelatnas SEA Games Hanoi 2022.

"Ya sangat lah (rawan terdegradasi). Dengan usia segitu, dengan ranking segitu, mau bicara apa kita di SEA Games?" kata Hadi kepada detikSport, sekaligus menyebut Kejuaraan Dunia sebagai bahan evaluasinya untuk promosi degradasi atlet.

Andai akhirnya tercoret, Hadi menegaskan tak lantas menutup jalan bagi Triyatno jika kelak ingin kembali. Asal mampu menjadi yang terbaik di daerahnya.

"Tapi gampang jika dia (Triyatno) kembali, lalu bangkit di daerahnya, enggak ada masalah (jika nanti dipanggil Pelatnas). Kalau saya berlaku begitu. Cuma memang untuk saat ini dia sangat rawan terdegradasi," dia menegaskan.

Lihat juga Video: Jadi Korban Body Shamming, Ini Respons Atlet Angkat Besi Nurul Akmal

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/aff)