Agar Olahraga Indonesia Lebih Maju, IMI dan PRSI MoU dengan KADIN

Mohammad Resha Pratama - Sport
Jumat, 17 Des 2021 13:30 WIB
KADIN MoU dengan PRSI dan IMI
KADIN jalin MOU dengan PRSI dan IMI (dok.KADIN)
Jakarta -

Butuh biaya tak sedikit untuk memajukan olahraga Indonesia. Oleh karenanya, dua federasi coba menjalin kerjasama dengan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) agar bisa bicara lebih banyak di kancah internasional.

Kedua federasi itu adalah Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI). Kebetulan kedua olahraga itu memang butuh dana besar untuk bisa bersaing di kancah internasional.

Untuk IMI, butuh banyak sirkuit bertaraf internasional di Indonesia agar bisa melahirkan banyak pebalap top. Sementara PRSI punya sederet agenda kompetisi renang di luar negeri sehingga banyak atletnya diterjunkan ke sana.,

Maka dari itu kedua federasi itu menjalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kadin di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Jumat (17/12/2021) pagi WIB. Ketua KADIN Arsjad Rasjid hadir bersama Ketua IMI Bambang Soesatyo dan Ketua PRSI Anindya Bakrie.

MoU itu berlaku tiga tahun dan bisa diperpanjang atas persetujuan tertulis semua pihak. MoU ini ada untuk mendorong dan memfasilitasi para pengusaha untuk berinvestasi di sektor industri penunjang, sarana dan prasarana olahraga otomotif di indonesia.

Tak cuma itu, nantinya pengusaha dan para pelaku olahraga juga bisa merumuskan strategi pengembangan industri olahraga dan kendaraan bermotor di Indonesia.

Langkah ini diambil KADIN karena melihat industri olahraga di beberapa negara maju adalah salah satu dari lima besar industri yang turut serta memutar roda perekonomian negara.

Hal tersebut dibuktikan dari berbagai data di global market, bahwa terlepas dari pandemi yang membuat industri olahraga secara global menurun hingga 15.4%, namun kenaikan market secara global diprediksi hingga 600 miliar dolar AS di 2025.

"Dalam Industri olahraga sendiri, selalu terbagi menjadi dua sisi berdasarkan segmentasi pasar, yaitu posisi olahraga tersebut sebagai participatory sports atau olahraga yang dilakukan sebagai hobi, rekreasi, sekaligus sebagai spectator sports atau olahraga sebagai tontonan dan hiburan," tutur Arsjad dalam rilis kepada detikSport.

"Setelah adanya pandemi, lebih dari 70% market di industri olahraga, tersegmentasi ke dalam participatory sports. Yang mana kita tahu bahwa otomotif, memiliki sisi olahraga sebagai hobi dan rekreasi yang sangat kuat," tambah Arsjad.

Selain dengan IMI, KADIN juga menjalin MoU dengan PRSI yang bertujuan untuk akselerasi akselerasi prestasi olahraga akuatik menuju prestasi dunia, melalui perhatian dan dukungan dunia usaha dalam bentuk fasilitasi dukungan dana kepada pembinaan prestasi atlet olahraga akuatik.

Dengan tanggung jawab dan peran federasi yang begitu berat untuk mencetak atlet berprestasi, maka hal itu harus didukung fasilitas, infrastruktur, serta branding atau presence media dari olahraga itu sendiri kepada publik.

"KADIN hadir menjadi mitra bagi National Federation (NF) dalam hal ini IMI dan PRSI, untuk dapat berkolaborasi menggarap industri olahraga dalam segmentasi participatory sports."

"KADIN akan bergerak bersama dengan IMI dan PRSI untuk memaksimalkan kekuatan domestik dalam hal penyediaan peralatan olahraga, fasilitas, dan inisiasi event-event olahraga. Hal ini diharapkan akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam otomotif dan renang, yang kemudian dapat menunjang pasar industri olahraga indonesia ke depannya," pungkas Arsjad Rasjid.

(mrp/aff)