Kemenpora dan KADIN Ingin Industri Olahraga RI Lebih Hidup

Yudistira Imandiar - Sport
Rabu, 08 Sep 2021 21:52 WIB
Kemenpora & Kadin
Kemenpora dan Kadin gelar MoU untuk Industri Olahraga RI (Kemenpora)
Jakarta -

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar MoU dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia jelang Hari Olahraga Nasional ke-38. Kira-kira untuk apa?

Penandatanganan MoU yang berlangsung di kantor Kadin Pusat, Jakarta, itu dilakukan oleh Menpora RI Zainudin Amali dan Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid serta disaksikan para stakeholder olahraga, Rabu (8/9/2021), seperti Ketum PSSI Mochamad Iriawan, Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, dan sejumlah pimpinan PB.

MoU ini dilakukan rupanya terkait Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Nanti bakal ada sinergi atas Kemenpora dan Kadin terhadap pengembangan sektor usaha olahraga. DBON sendiri memang digaungkan untuk menciptakan atlet berprestasi yang akan diluncurkan Presiden RI Joko Widodo dalam perayaan Haornas ke-38.

Amali mengaku senang dengan adanya kerjasama itu, karena memang industri olahraga di Tanah Air belum tergarap dengan serius. Padahal dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 250 juta jiwa, olahraga jadi salah satu elemen penting penggerak roda ekonomi.

Menurut database di Kemenpora, ada sekitar 250 perusahaan yang bergerak di bidang industri olahraga tapi baru ada satu yang bersertifikat, sehingga produknya bisa digunakan secara internasional.

"Memang terus terang saya senang. Kenapa saya senang? karena ini adalah satu potensi, satu opportunity yang sangat besar industri olahraga kita tetapi belum tergarap dengan serius," ujar Amali dalam rilis kepada detikSport.

"Tidak mudah buat industri kita untuk bisa menembus tingkat internasional, karena yang menentukan sertifikasi dan standarisasi itu adalah IF atau Internasional Federation dari cabang olahraga," sambungnya.

Maka dari itu Amali mendorong Kadin untuk membina perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri olahraga sehingga produknya bisa memenuhi standar dan sertifikasi internasional.

"Saya kira ini tantangan sekaligus peluang untuk mendorong mereka, membina mereka, saya berharap di periodenya Pak Arsjad paling tidak nambah ada 10 industri olahraga yang terstandarisasi, tersertifikasi oleh internasional federation (IF). Dengan demikian, pertandingan-pertandingan di level internasional itu kita bisa bangga menggunakan produk kita."

"Industri olahraga ke depan, ini menjadi industri yang menjanjikan, banyak cabang-cabang olahraga yang kompetisinya digelar secara profesional."

Sementara itu, Arsjad berharap para pengusaha dapat terlibat dalam membangun industri olahraga agar bisa bersaing di level internasional, sekaligus untuk keluar dari tantangan ekonomi saat ini. MoU ini diharapkan bisa jadi awal yang baik untuk industri olahraga nasional berkembang.

"Pada hari ini adalah bagaimana kita bersama-sama menghadapi tantangan untuk mewujudkan industri olahraga Indonesia agar bisa bersaing di dalam negeri maupun di tingkat internasional untuk menopang perekonomian Indonesia," kata Arsjad.

"Kami sangat berterima kasih, dan ini mungkin salah satu tindakan awal untuk membangun bersama. Untuk pengusaha dan juga olahragawan itu adalah semua kita satu komponen bangsa yang sekarang ini jangan sampai pecah belah harapannya untuk bersatu dengan tantangan ekonomi yang kita hadapi yang sangat berat ini," pungkasnya.

(mul/ega)