Balap Sepeda Targetkan Tiga Emas di SEA Games Hanoi

Mercy Raya - Sport
Kamis, 30 Des 2021 19:13 WIB
Pebalap sepeda Indonesia, Ayustina Delia Priatna gagal meraih medali di final elite women scrath Asian Track Cycling Championship 2019.
Balap sepeda mematok 3 emas di SEA Games Hanoi. (Foto: detikcom/Pradita Utama)
Jakarta -

Balap sepeda Indonesia mematok target tiga medali emas di SEA Games Hanoi 2022. Dua di antaranya dari nomor downhill.

SEA Games Hanoi, yang semula ditunda karena pandemi COVID-19, sudah diputuskan berlangsung 12 sampai 23 Mei 2022 di Hanoi dan sekitarnya.

Multicabang olahraga dua tahunan itu akan mempertandingkan 40 cabang olahraga dan 526 number of event. Termasuk balap sepeda menjadi salah satu cabang yang akan dilombakan pada ajang yang diikuti negara-negara Asia Tenggara tersebut.

Menatap multievent itu, Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISS) sudah memasang target tiga medali di SEA Games.

"Dua dari kategori downhill putra putri, satu lainnya dari nomor Individual Time Trial (ITT)," kata Kepala bidang Pembinaan Prestasi PB ISSI, Budi Saputra, kepada detikSport, Kamis (30/12/2021).

Menurut Budi, bukan tanpa dasar federasi berani memasang target tinggi di SEA Games tersebut. Selain sudah menyiapkan tim sejak 8 bulan lalu di Yogyakarta, berdasarkan data atlet balap sepeda Indonesia di kategori downhill masih yang terbaik di ASEAN.

"Contoh saja Tiara (Andini Prastika), dia jika saja saat di SEA Games 2019 tidak ada cedera pada jarinya, pasti dapat medali emas di nomor downhill putri. Lalu kami masih ada Popo (Ario Sejati), Andy Prayoga," ujarnya.

"Sementara di nomor ITT, atlet kami merupakan juara bertahan, Aiman Cahyadi dan dia masih kami turunkan di SEA Games tahun depan. Jadi memang datanya itu dilihat dari prestasi terakhir atlet kita," imbuhnya.

Meskipun percaya diri bakal dapat hasil optimal di SEA Games mendatang, PB ISSI tetap akan menyiapkan atletnya secara matang. Bahkan khusus atlet downhill dan cross country akan dikirim training camp ke Australia pada Januari 2022. Mereka akan berlatih selama tiga bulan dan mengikuti banyak perlombaan balap sepeda di Negeri Kanguru.

"Saat ini kami tinggal menunggu visanya keluar. Jika sudah didapat, anak-anak tinggal jalan," sebut Budi yang juga manajer Timnas balap sepeda ini.

Tak hanya mempersiapkan atlet jelang balapan, Budi menyampaikan PB ISSI juga telah menyiapkan sejumlah apresiasi bagi atlet yang mampu mencapai target medali di SEA Games Hanoi. Salah satunya, penghargaan masuk kepolisian.

"Bapak Ketua Umum (Kapolri Listyo Sigit) menyampaikan jika atlet balap sepeda yang mendapatkan medali dapat penghargaan menjadi anggota kepolisian, selama usianya masuk batasan," kata Budi.

(mcy/cas)