Perenang Putri Ini Setim Atlet Transgender, Risih Lihat Bagian Tubuhnya

Kris Fathoni W - Sport
Minggu, 30 Jan 2022 13:00 WIB
Penn transgender swimmer Lia Thomas speaks to her coach after winning the 500 meter freestyle during an NCAA college swimming meet with Harvard Saturday, Jan. 22, 2022, at at Harvard University in Cambridge, Mass. The University of Pennsylvania says it will work with the NCAA under its newly adopted standards for transgender athletes. Swimmer Lia Thomas competed on the men’s team at Penn before transitioning. (AP Photo/Josh Reynolds)
Lia Thomas, atlet renang transgender. (Foto: AP/JOSH REYNOLDS)
Jakarta -

Nama Lia Thomas, seorang atlet renang transgender, sedang jadi buah bibir. Seorang rekan satu timnya pun curhat, risih dengan kehadirannya di ruang ganti.

Lia Thomas merupakan seorang atlet renang dari tim putri Universitas Pennsylvania. Pada awalnya Lia dikenal sebagai Will dan sempat tiga tahun bergabung dengan tim pria.

Setelah mulai menjalani terapi hormon untuk menjadi wanita, Lia Thomas mulai menjadi bagian dari tim renang putri universitas tersebut.

Namun, situasi ini rupanya membuat rekan-rekan satu timnya merasa risih. Terutama karena harus berbagi ruang ganti dengan Lia Thomas, yang juga diklaim berkisah kepada rekan-rekannya itu bahwa dirinya masih berpacaran dengan wanita.

"Sudah pasti kikuk karena Lia masih punya bagian-bagian tubuh pria dan juga masih tertarik kepada perempuan," kata seorang rekan satu timnya kepada Daily Mail.

"Sejumlah perenang sudah beberapa kali membicarakan soal ini (kepada pelatih). Tapi kami pada dasarnya cuma diminta bahwa kami tidak bisa mengasingkan Lia, dengan menjauhinya di ruang ganti, dan tak ada yang bisa kami lakukan, bahwa kami harus menerimanya begitu saja atau kami malah jadi tak bisa memakai ruang ganti sendiri."

"Ini benar-benar mengecewakan apalagi Lia tampak tak peduli bagaimana efek keberadaan dirinya terhadap orang lain. Kami ber-35 dipaksa menerima kenyataan merasa tidak nyaman di ruangan ganti kami sendiri cuma karena satu orang. Sekolah cuma fokus memastikan Lia baik-baik saja, dan melakukan segalanya buat dia, tapi tidak memikirkan yang lain," tutur perenang putri yang tak disebutkan identitasnya itu.

Si perenang juga mengklaim Lia Thomas menikmati polemik mengenai situasinya saat ini. Sementara rekan-rekan satu timnya justru takut untuk bicara karena cemas dituding phobia transgender.

"Jika situasinya nanti membesar, aku mungkin berani blak-blakan, tapi sudah pasti aku sedikit cemas. Yang aku takutkan adalah kelak calon perekrutku meng-Google namaku dan melihat komentar-komentarku dan berpikir, 'Oh, orang ini transfobia'," sebut perenang putri itu.

(krs/mrp)